Apindo ungkap dua perusahaan anggotanya siap IPO tahun ini
Direktur BEI, Niki Hogan, mengatakan penandatanganan nota kesepahaman tersebut dalam rangka meningkatkan edukasi dan sosialisasi pemahaman pasar modal, khususnya dalam proses go publik. Dia mengungkapkan, tahun ini, ada sekitar tiga perusahaan Apindo sudah menyatakan siap melantai di bursa.
Hari ini, pembukaan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka oleh Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo). Selain itu juga diadakan penandatanganan nota kesepahaman antara BEI dengan Apindo Sumatera Utara.
Direktur BEI, Niki Hogan, mengatakan penandatanganan nota kesepahaman tersebut dalam rangka meningkatkan edukasi dan sosialisasi pemahaman pasar modal, khususnya dalam proses go publik.
"Supaya nanti anggota khususnya Apindo Sumut juga bisa merasakan Bursa Efek Indonesia dan pasar modal Indonesia," kata Niki dalam sambutannya di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (7/2).
Dia mengungkapkan, tahun ini, ada sekitar tiga perusahaan Apindo sudah menyatakan siap melantai di bursa. "Saya berbahagia sudah ada 2 dari 3 perusahaan Apindo yang segera akan go publik juga di tahun 2018 ini," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum Apindo Hariyadi Sukamdani, juga mendorong perusahaan yang tergabung di Apindo untuk melakukan IPO.
"Jadi memang di 2018 yang sudah pasti konfirm adalah perusahaan nya Pak Nagian Toni dan Pak Herman tapi saya yakin akan ada beberapa perusahaan lagi yang akan bergabung di 2018. Karena biasanya dalam persiapan mencari posisi buku terbaiknya mudah-mudahan masih ada skitar 2-3 lagi yang bisa masuk," jelasnya.
Dua perusahaan itu bergerak di bidang batu bara dan kelapa sawit. Salah satu perusahaan itu ialah PT Mahkota Grup yang berasal dari Sumatera Utara. PT Mahkota Grup merupakan pabrik pengelolaan kelapa sawit.
Direktur Independen PT Mahkota Grup, Nagian Toni, menuturkan perusahaannya akan melakukan IPO pada Juni mendatang. Sekitar 20 persen sampai 30 persen saham akan dilepas pada saat IPO tersebut.
Alokasi dana nantinya akan digunakan untuk ekspansi pembangunan pabrik penyulingan atau refinery. Dia menyebut aset perusahaan yang dimiliki saat ini sekitar Rp 1 triliun.
"Dananya untuk ekspansi pembangunan refinery. Sekarang masih setengah jadi nanti kita ke hilirnya," ujarnya.
Dalam pembukaan perdagangan hari ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di level 6.553 atau menguat 1,15 persen.
Baca juga:
HIPMI Jaya janjikan dua perusahaan melantai di bursa tahun ini
Bos BEI sebut 100 perusahaan berminat melantai di bursa saham tahun ini
LCK Global Kedaton jadi anggota bursa pertama di 2018, incar Rp 41,6 miliar
Pemegang saham Emtek setujui penambahan modal Rp 4,8 triliun
Sandiaga Uno targetkan 5 BUMD melantai di bursa saham pada 2017-2022
Tahun depan, dua anak usaha Pelindo II akan melantai di bursa saham
Anak usaha Pelindo II resmi melantai di bursa saham, kantongi dana Rp 461 miliar