APBN 2015 tak tercapai, menkeu janji tetapkan target lebih realistis
"Pemerintah juga akan menjaga tingkat defisit anggaran dibatas aman setinggi-tingginya 3 persen dari PDB," ujar menkeu.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pihaknya akan menetapkan target pendapatan negara yang lebih realistis dan mengalokasikannya pada program-program yang strategis dan prioritas. Ini merupakan antisipasi agar target dalam APBN 2015 yang tidak tercapai, tidak akan terulang lagi.
Seperti diketahui, realisasi pendapatan negara pada 2015 hanya sebesar Rp 1.508 triliun atau 85,6 persen dari target yang ditentukan sebesar Rp 1.761,6 triliun. Sedangkan, realisasi penerimaan perpajakan hanya mencapai Rp 1.240,4 triliun atau 83,3 persen, sehingga terjadi shortfall sebesar Rp 248,9 triliun.
"Berdasarkan hal itu, pemerintah akan menetapkan besaran belanja negara berdasarkan target pendapatan negara yang realistis. Pemerintah juga akan menjaga tingkat defisit anggaran dibatas aman setinggi-tingginya 3 persen dari PDB," kata Menteri Sri Mulyani di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (30/8).
Selain itu, pemerintah akan terus mengevaluasi perkembangan terkini perekonomian global dan domestik, sehingga dapat memperkirakan kondisi makro ekonomi, terutama target penerimaan perpajakan yang lebih realistis.
Menurutnya, penerimaan perpajakan sangat penting sebagai sumber utama pendanaan pembangunan. Dengan demikian pemerintah akan melakukan optimalisasi penerimaan perpajakan.
"Yakni dengan tetap menjaga iklim investasi yang sehat dan mendorong pertumbuhan dunia usaha," imbuhnya.
Baca juga:
Ini hasil rapat Ketua DPR, Menkeu, dan BPK semalam
Ini rincian pos anggaran kementerian yang dipangkas Rp 64,7 triliun
Instruksi Jokowi, anggaran kementerian dipangkas Rp 64,7 triliun
DPR nilai jelek kinerja anggaran 2015, Sri Mulyani mengamini
Sri Mulyani tunda penyaluran dana Rp 19,4 triliun untuk 169 daerah
Serapan anggaran rendah, kementerian berpontensi selewengkan APBN
Pemerintah catat realisasi belanja APBN-P 2015 cuma 91,1 persen