Antisipasi lonjakan penumpang, Lion Air operasikan Airbus A330
Corporate Communication Lion Air Group, Ramaditya Handoko mengatakan, saat ini frekuensi penerbangan Lion Air Group masih cukup sehingga belum melakukan penambahan jumlah penerbangan.
Jumlah penumpang pesawat di hari libur Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 diprediksi akan meningkat. Hal ini terlihat dari beberapa maskapai penerbangan yang menambah jumlah penerbangan. Namun untuk Lion Air Group belum menambah penerbangan.
Corporate Communication Lion Air Group, Ramaditya Handoko mengatakan, saat ini frekuensi penerbangan Lion Air Group masih cukup sehingga belum melakukan penambahan jumlah penerbangan.
"Kita belum ada extra flight sampai saat ini, karena dirasa masih cukup frekuensi penerbangannya," kata Rama kepada merdeka.com, Jakarta, Sabtu (23/12).
Meski begitu, lonjakan penumpang Lion Air Group sudah terlihat dari 18 Desember 2017. Dengan tujuan ke beberapa destinasi wisata, terutama Wilayah Indonesia Timur yang paling signifikan.
"Untuk Sumatera lonjakan untuk rute menuju Padang, Kualanamu (Medan), dan Palembang.
Untuk Jawa seluruh nya, Bali, Labuan Bajo, Manado, dan Ambon," jelasnya.
Rama menuturkan untuk mengantisipasi lonjakan, pihaknya telah mengoperasikan pesawat Airbus A330 yang dapat menampung sekitar 400 pax. "Untuk antisipasi lonjakan kita operasikan pesawat wide body kita Airbus A330 yang dapat menampung sekitar 400 pax" kata Rama.
Tambahnya, persiapan paling mendalam untuk libur Natal dan Tahun Baru 2018 yaitu menjaga kondisi armada tetap prima agar unsur keselamatan dan keamanan tetap terjaga sehingga dapat melayani penumpang dengan baik.
Baca juga:
Mau naik Lion Air, dua mahasiswa selipkan sabu di selangkangan
Viral 25 penumpang tak kebagian kursi saat di pesawat, Lion Air minta maaf
Kemenhub wajibkan Lion Air tes kesehatan narkoba seluruh pilot
Kemenhub ungkap penyebab Lion Air belakangan lebih sering delay
Kasus kepemilikan sabu, pilot Lion Air MS resmi ditahan