Antisipasi Kamar Penuh, Rumah Sakit Diminta Lebih Selektif Terima Pasien Covid-19
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin (BGS) meminta Rumah Sakit agar lebih selektif ketika menerima pasien Covid-19. Dia menekankan, jika pasien tersebut tidak betul-betul dalam keadaan yang parah, maka bisa dialihkan untuk melakukan isolasi mandiri.
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin (BGS) meminta Rumah Sakit agar lebih selektif ketika menerima pasien Covid-19. Dia menekankan, jika pasien tersebut tidak betul-betul dalam keadaan yang parah, maka bisa dialihkan untuk melakukan isolasi mandiri.
"Rumah sakit ini terbatas sehingga dia masuk itu diusahakan adalah pasien yang memang masuk dalam kategori berat atau menengah," kata BGS dalam rapat kerja bersama dengan Komisi XI DPR RI, di Jakarta, Selasa (13/1).
Dia mengatakan, jika pasien Covid-19 dalam kategori ringan, tidak terjadi sesak napas, belum ada kenaikan suhu, namun hasil PCR tesnya positif maka sebaiknya dilakukan isolasi mandiri. Sehingga tidak terjadi lonjakan atau penuhnya rumah sakit untuk penanganan Covid-19.
"Sebaiknya memang dilakukan di tempat isolasi untuk yang mampu bisa dilakukan di tempat isolasi mandiri karena mungkin punya kamar khusus yang mungkin bisa dilakukan," jelas dia.
Sementara, untuk pasien yang tidak mampu dan memang harus memerlukan isolasi mandiri, bisa dilarikan ke Wisma Atlet atau tempat-tempat lain yang memang digunakan sebagai tempat isolasi.
"Nah kami juga sudah berkoordinasi dengan teman-teman di daerah agar itu bisa dilakukan," imbuhnya.
Baca juga:
Menkes Budi Minta Rumah Sakit Tambah Kapasitas Kamar Pasien Covid-19
Menkes Budi Minta Pemilik RS Perbanyak Tempat Tidur Khusus Pasien Covid-19
Keterisian Ruang Perawatan dan ICU Pasien Covid-19 di Banten Mencapai 96%
Kurangi Beban RS, Menkes Minta Warga Bergejala Ringan Covid-19 Isolasi Mandiri
Tenaga Kesehatan Kelelahan Tangani Pasien Covid-19, RS SK Lerik Kupang Tutup IRD
Cerita Nakes Terima Pasien Meninggal Usai Ditolak 4 RS Karena Penuh