Anomali Jokowi Tempatkan Urusan Investasi di Bawah Kemenko Kemaritiman
Pengamat Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira mengatakan, Presiden Jokowi harus memberikan klarifikasi terkait nomenklatur ini. Dikhawatirkan, hal ini akan membuat investor bingung.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pemerintahannya kali ini mengenalkan nomenklatur baru, salah satunya Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman berubah menjadi Kemenko Kemaritiman dan Investasi. Posisi ini diberikan kepada Luhut Panjaitan.
Saat ditanya mengenai nomenklatur ini, Luhut tidak banyak bicara. "Biar pak presiden yang umumkan. Saya hanya beritahu sebatas yang saya dibrief presiden," kata Luhut di Istana Negara, kemarin malam.
Pengamat Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira mengatakan, Presiden Jokowi harus memberikan klarifikasi terkait nomenklatur ini. Dikhawatirkan, hal ini akan membuat investor bingung.
"Semua investasi langsung kan harus masuk ke BKPM namanya juga badan koordinasi penanaman modal. Meskipun investasi di bidang maritim tetap di bawah komando BKPM. Ini yang harus diklarifikasi Pak Jokowi," kata Bhima saat dihubungi Merdeka.com, Rabu (23/10).
Dia menjelaskan, maritim dan investasi adalah dua bidang yang berbeda. Menurutnya, investasi idealnya berada di bawah Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
"Ini cukup membingungkan, idealnya investasi ada dibawah kemenko perekonomian bukan di bawah kemenko maritim. Masalah koordinasi investasi kan berkaitan dengan isu perdagangan, keuangan dan BUMN. Jadi agak tidak nyambung ya menurut saya," imbuhnya.
Baca juga:
Megawati hingga Surya Paloh Hadiri Pelantikan Menteri Kabinet Jokowi-Ma'ruf
Dukung Pilihan Jokowi, Menparekraf Wishnutama Dinilai Sosok Out Of The Box
Megawati Hingga Surya Paloh Hadiri Pelantikan Menteri Kabinet Indonesia Maju
Dipilih Jokowi Masuk Kabinet, Bahlil Lahadalia: Saya dari Fakfak Papua Barat
Serah Terima Jabatan Menteri ESDM, Ini Amanah Jonan Ke Arifin Tasrif
Politikus PDIP TB Hasanuddin Tegaskan Adiknya Jadi Jaksa Agung Tak Berafiliasi Parpol