Anak usaha Pertamina produksi 120.000 BOEPD di blok migas asing
Anak usaha Pertamina produksi 120.000 BOEPD di blok migas asing. Hasil produksi tersebut didapat dari tiga ladang migas di Irak, Aljazair dan Malaysia. Produksi tahun ini mengalami peningkatan sebesar 7,2 persen dari realisasi pada periode Januari-Agustus tahun lalu sebesar 112.000 BOEPD.
PT Pertamina International Eksplorasi dan Produksi (PIEP), anak usaha PT Pertamina (Persero), mencatat produksi minyak dan gas (migas) yang dioperasikan di luar negeri sebesar 120.000 barel oil equivalent per day (BOEPD). Jumlah ini adalah hasil produksi pada periode Januari hingga Agustus 2016.
Presiden Direktur PIEP, Slamet Riadhy mengungkapkan, hasil produksi tersebut didapat dari tiga ladang migas di Irak, Aljazair dan Malaysia. Dirinya mengungkapkan, produksi tahun ini mengalami peningkatan sebesar 7,2 persen dari realisasi pada periode yang sama tahun lalu sebesar 112.000 BOEPD.
"Dalam periode delapan bulan pertama produksi PIEP mencapai 120,59 ribu BOEPD atau sekitar 15 persen di atas target. Keberhasilan tersebut tidak lepas dari upaya peningkatan produksi yang dilakukan di seluruh asset PIEP di Aljazair, Irak, maupun Malaysia," ujarnya dalam konferensi pers di kantor pusat Pertamina, Jakarta, Jumat (16/9).
Dikatakan Riadhy, Irak menjadi negara dengan kontribusi terbesar yakni 43,7 ribu BOEPD, diikuti Aljazair sebesar 41,1 ribu BOEPD dan Malaysia 35,7 ribu BOEPD. Pencapaian tersebut, kata Riadhy, tidak terlepas dari pengimplementasian waterflood program di Irak. Alasannya, program tersebut berhasil meningkatkan produksi nett to share PIEP sebesar 6.090 BOEPD.
Sementara Malaysia, memberi tambahan produksi nett to share PIEP sebesar 5.790 BOEPD. Tambahan tersebut di dapat dari lapangan migas South Acis, Permas, dan Blok K. Untuk Aljazair, Pertamina mendapat tambahan produksi nett to share sebesar 6.320 BOEPD usai dilakukannya Overhaul C-431 MLN Moto Compressor di lapangan MLN.
"Peningkatan produksi yang signifikan terjadi dalam tiga bulan terakhir, yaitu Juni, Juli, Agustus. Rata-rata produksi hariannya mencapai di atas 125.000 BOEPD, bahkan pada Agustus lalu sempat mencapai 131.000 BOEPD," kata dia.
Riadhy menambahkan, pihaknya saat ini telah merealisasikan pengeboran satu sumur eksplorasi, 12 sumur pengembangan dan juga 76 sumur kerja ulang untuk seluruh aset. Hal ini dilakukan agar perseroan mampu menjaga proyeksi produksi migas hingga akhir tahun sebesar 124.000 - 125.000 BOEPD, atau 20 persen lebih besar dari target produksi yang ditetapkan pada tahun ini sebesar 104.000 BOEPD.
"Kami akan berupaya keras untuk menjaga level produksi sehingga akhir tahun produksi PIEP masih terjaga di sekitar 120.000 BOEPD," pungkasnya.
Baca juga:
SP PGN nilai holding energi harus libatkan PLN, PGN dan Pertamina
Proyek revitalisasi kilang, Pertamina butuh 20.000 tenaga kerja baru
Pemerintah diminta tertibkan bisnis gas sebelum buat holding
Polisi gerebek 'tempat kentut' tangki elpiji bersubsidi di Cilacap
Soal akuisisi PGE, PLN dinilai tak bisa kelola pembangkit panas bumi
Hingga Agustus, angka kehilangan minyak Pertamina capai 0,18 persen
Permintaan konsumen, pengusaha SPBU bakal kurangi tangki BBM premium