Alasan dibangunnya proyek skytrain Bandara Soekarno-Hatta
Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero), Muhammad Awaluddin mengungkapkan, dibangunnya skytrain ini untuk mengurangi kendaraan-kendaraan yang masuk ke bandara. Hal ini membuat bandara tersebut terlalu pada penumpang.
Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero), Muhammad Awaluddin mengungkapkan, dibangunnya skytrain ini untuk mengurangi kendaraan-kendaraan yang masuk ke bandara. Hal ini membuat bandara tersebut terlalu padat penumpang.
"Karena pergerakan orang-orang di bandara ini sudah tidak efektif, terlalu padat karena ada bus, taksi, dan kendaraan pribadi. Harapan kami setelah ini skytrain selesai bisa berkurang cukup banyak," ujar Awaluddin, di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Minggu (17/9).
Dia mengatakan, padatnya kendaraan bukan hanya dari roda empat tapi juga sepeda motor. Padahal, idealnya tidak ada motor berlalu lalang di bandara.
"Jadi orang sekarang pun antar terminal ada yang naik motor padahal idealnya di bandara enggak ada motor yang lalu lalang," jelasnya.
Untuk itu, jika tidak ada skytrain ini kepadatan di bandara bakal terus berlangsung. "Makanya perlu disediakan dan ditambah sarana transportasi umumnya kalau tidak bakal penuh pergerakan di bandara, ada taksi, bus, dan mobil pribadi, motor dan sebagainya," pungkasnya.
Baca juga:
Skytrain Bandara Soekarno-Hatta beroperasi penuh pada Desember 2017
Menhub harap Soekarno-Hatta naik ke peringkat 20 bandara terbaik dunia
Usai Soekarno-Hatta, skytrain bakal dibangun di Bandara Ngurah Rai
Selain Bekasi dan Bali, ini daerah yang akan gunakan jalan aspal bercampur plastik
Menko Luhut: Aspal campur sampah plastik ciptakan sentra ekonomi baru
Menteri Basuki: Aspal campur plastik aman, malah tambah perekat jalan