Menko Luhut: Aspal campur sampah plastik ciptakan sentra ekonomi baru
Merdeka.com - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan menyebut, pencampuran sampah dengan aspal pada pembangunan jalan akan memberi keuntungan bagi masyarakat kecil. Sebab, pemerintah akan mengumpulkan sampah dari pengepul sampah plastik untuk diolah menjadi campuran aspal.
"Jadi ini, bagaimana kita membangun sentra-sentra ekonomi kecil untuk suplai kepada Kementerian PU-Pera untuk mencampur 10 persen plastik dari setiap kilometer yang akan dibuat. Kalau itu jadi, kita akan melihat sentra ekonomi baru lagi," ujar Luhut di Bekasi, Jawa barat, Sabtu (16/9).
Ke depannya, Luhut akan melakukan koordinasi dengan Kementerian Koperasi dan UKM untuk mengorganisir bagaimana pembelian sampah dari masyarakat utamanya pengepul sampah plastik.
"Kita akan rapatkan minggu depan, bagaimana skemanya. Akan diorganisir oleh Kemenkop, LHK atau siapa nanti dirumuskan," jelasnya.
Selain memberi manfaat keekonomian, pemanfaatan sampah menjadi jalan aspal juga mengurangi volume sampah di Indonesia. Kebersihan laut juga lebih terjamin dan kualitas ikan yang dikonsumsi masyarakat akan semakin baik.
"Kedua adalah kebersihan. Kebersihan kita, sampah itu yang tidak ada nilainya, sekarang jadi ada nilainya. Laut kita bersih, ekonomi bagus, kita sehat karena ikan yang kita makan itu bersih, itu dampaknya," pungkasnya.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya