Alasan Menteri Jonan Optimistis Rasio Elektrifikasi 99,9 Persen di Akhir 2019
Menteri Jonan optimistis realisasi rasio elektrifikasi tercapai sesuai target. Dia coba mengutip data rasio elektrifikasi pada akhir 2018 lalu yang sebesar 98,3 persen. Menurutnya, capaian itu pun sudah melampaui target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, kembali mengutarakan pemerintah terus mengejar upaya rasio elektrifikasi atau penyambungan listrik kepada seluruh masyarakat Indonesia sebesar 99,9 persen pada 2019. Menteri Jonan optimistis realisasi rasio elektrifikasi tercapai sesuai target.
"Targetnya tahun ini kita usahakan semaksimal mungkin, Insya Allah bisa 99,9 persen. (Target waktu pastinya?) akhir tahun lah," ujar dia di Cilacap, Jawa Tengah, Senin (25/2).
Untuk memastikan pernyataan tersebut, dia coba mengutip data rasio elektrifikasi pada akhir 2018 lalu yang sebesar 98,3 persen. Menurutnya, capaian itu pun sudah melampaui target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015.
"Kalau di RPJMN di awal 2015, targetnya 97,5 persen di akhir tahun 2019. Lah ini sekarang sudah melebihi," tegas dia.
Namun begitu, perolehan tersebut tak serta merta membuatnya puas dan terus berupaya mewujudkan target rasio elektrifikasi 99,9 persen di ujung 2019.
"Misalkan baru 98,3 persen, berarti ada 1,7 persen sisa yang belum. Kalau dikali 267 juta jiwa (penduduk RI), ya kira-kira mungkin hampir 5 juta saudara kita yang belum ada layanan kelistrikan atau penerangan," urainya.
"Ini rasio elektrifikasi kita kejar, baik pakai APBN, pembangkit listrik tenaga surya, PLN juga terus kejar sambungan-sambungan kelistrikan," dia menambahkan.
Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Beri 1,2 Juta Sambungan Listrik Gratis 2019, Pemerintah Siapkan PMN Rp 6 Triliun
Pemerintah Incar Rasio Elektrifikasi Tahun ini 99,9 Persen
Genjot Rasio Elektrifikasi, Menteri Jonan Dorong Pemda Beri Sambungan Listrik Gratis
Wapres JK sebut energi jadi kebutuhan utama di Indonesia
Pertamina gelontorkan Rp 7,5 M terangi 13.470 rumah di Jabar dan Banten
35 BUMN gelontorkan Rp 360 miliar listriki Jabar hingga Jakarta
Program sambungan listrik gratis 35 BUMN di Jabar telan biaya Rp 56,9 M