LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Alasan BCA tak ingin berpartisipasi biayai Inalum beli saham divestasi Freeport

Presiden Direktur Bank Central Asia (BCA), Jahja Setiaatmadja, menjelaskan ada beberapa alasan yang mendasari. Salah satunya adalah besaran bunga yang tidak bisa menyaingi milik perbankan asing. Selain itu, Jahja menegaskan pihaknya juga tidak tertarik menggelontorkan dana dalam bentuk Dolar dalam jumlah besar.

2018-07-26 19:23:13
Freeport
Advertisement

Presiden Direktur Bank Central Asia (BCA), Jahja Setiaatmadja, mengaku pihaknya belum tertarik untuk ikut serta dalam menyediakan modal bagi PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) dalam rangka mengakuisisi saham divestasi PT Freeport. Dia menjelaskan, ada beberapa alasan yang mendasari.

Salah satunya adalah besaran bunga yang tidak bisa menyaingi milik perbankan asing. "Belumlah, kita belum. Kan kalau kita lihat komentar dari bank pemerintah (Bank BUMN) juga bunganya terlalu kompetitif. Kita tidak bisa bersaing dengan bank asing lah," kata Jahja saat ditemui di Hotel Kempinski, Jakarta Pusat, Kamis (26/7).

Selain itu, Jahja menegaskan pihaknya juga tidak tertarik menggelontorkan dana dalam bentuk Dolar dalam jumlah besar. "Dan kita tidak berminat kasih financing dana Dolar. Kalau dibutuhkan Rupiah mungkin kita bisa bersaing tapi kalau sudah Dolar, repot kita, tidak mau. Kita menjaga portofolio Dolar kita jangan terlampau besar."

Advertisement

Sebelumnya, Head of Corporate Communications PT Inalum, Rendi Achmad Witular membeberkan alasan perseroan memilih bank asing sebagai pendanaan pembelian divestasi saham PT Freeport Indonesia (PTFI). Hal itu dilakukan demi menghindari terjadinya fluktuasi Rupiah, yang bisa saja terjadi bila pendanaan dilakukan oleh perbankan nasional.

"Terkait pendanaan semua akan dibiayai oleh bank asing. Karena kalau pendanaan dari bank lokal, ada kemungkinan mempengaruhi fluktuasi Rupiah. Dan kami tidak mau hal itu," tuturnya.

Rendi mengatakan, transaksi yang dilakukan dalam bentuk Dolar AS (USD) merupakan saran pemerintah sebagai pihak regulator. Sebab, pendapatan Inalum dan PTFI sendiri dalam bentuk Dolar.

Advertisement

"Jadi memang regulator menyarankan agar asal pendanaan dipilih bank asing agar tidak mengganggu nilai Rupiah. Dan lebih dari itu, pendanaan dari bank asing ini sekaligus untuk memberikan optimisme bahwa potensi bisnis yang terkait dengan tambang Grasberg sangat besar. Sehingga tidak mungkin bank asing mau masuk kalau tidak potensial," kata Rendi.

Baca juga:
Ini daftar kerugian Indonesia akibat kegiatan tambang Freeport versi Amien Rais
Fuad Bawazier soal divestasi Freeport: Kok kita mau beli barang sendiri, kan aneh
Freeport dinilai lakukan penjarahan, Amien Rais dorong ditutup
Citibank belum putuskan beri pinjaman ke Inalum beli saham Freeport
4 Cara Ngabalin bela Jokowi sampai meledak-ledak
Menteri Siti bakal bertemu Jonan bahas isu lingkungan Freeport
Bos Inalum beberkan tahapan pembelian saham Freeport

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.