Aksi beli bakal warnai perdagangan saham
Ada kemungkinan terjadi profit taking karena kurang kondusifnya kondisi bursa saham global.
Positifnya laju pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di akhir pekan lalu diakui di luar perkiraan analis. Jika melihat laju bursa saham AS dan Eropa sebelumnya yang negatif serta liburnya HSI dan KOSPI, sudah tentu mengkonfirmasi adanya pelemahan. Namun IHSG berhasil bertahan di zona positif.
Analis Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, penguatan didukung kenaikan sejumlah saham-saham konsumer dan tambang batu bara yang kembali menguji resisten. Penguatan tersebut berhasil mengantar IHSG mencetak rekor baru. Tidak hanya itu, kembalinya asing mencatatkan nett buy turut membantu pencapaian rekor bagi IHSG.
"Di sisi lain, masih menghijaunya indeks saham Asia selain HSI dan KOSPI mampu menghalau perkiraan melemahnya IHSG," ujarnya kepada merdeka.com, Jakarta, Senin (20/5).
Pada perdagangan hari ini, Senin (20/5), IHSG diperkirakan berada pada support 5062-5086 dan resistance 5155-5183. Aksi beli akan mewarnai perdagangan saham hari ini.
"Dari chart yang terbentuk mengindikasikan besarnya daya dorongan beli ketimbang tekanan jual maka seharusnya dengan pencapaian ini IHSG akan bertahan di zona hijaunya jika tidak langsung dimanfaatkan untuk profit taking karena kurang kondusifnya kondisi bursa saham global," tutupnya.
Pertimbangan saham-saham antara lain TAXI, CTRS, CPIN, KLBF, BHIT, BBCA, MAIN, BDMN dan ACES.