Akhir Maret, Jokowi janji obrak-abrik perizinan demi perbaiki ekspor dan investasi
Menurutnya, ekspor Indonesia kalah dari Malaysia, Singapura, Filipina, Thailand, dan Vietnam. Sementara, investasi kalah dari Malaysia, Thailand, dan Vietnam. Jika dibiarkan maka Indonesia bisa kembali disalip Kamboja dan Laos. Presiden mengingatkan bahwa investasi akan memperbaiki ekonomi dan membuka lapangan kerja.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku sedih ekspor dan investasi Indonesia tertinggal dari negara tetangga di Asia Tenggara atau ASEAN. Maka dari itu, Presiden Jokowi berjanji akan melakukan perbaikan perizinan untuk mengubahnya.
"Tunggu akhir Maret ini semuanya akan saya obrak-abrik. Saya mulai enggak sabar," tegas Presiden Jokowi seperti dikutip dari laman Setkab, Sabtu (10/3).
Menurutnya, ekspor Indonesia kalah dari Malaysia, Singapura, Filipina, Thailand, dan Vietnam. Sementara, investasi kalah dari Malaysia, Thailand, dan Vietnam. Jika dibiarkan maka Indonesia bisa kembali disalip Kamboja dan Laos.
"Kalau kita terus-terusan, kita tidak bangkit dari tidur kita, kita tidak bangun, bangkit, membangun, bisa-bisa kalah nanti dengan Laos, dengan Kamboja. Hati-hati ini," tuturnya.
Presiden mengingatkan bahwa investasi akan memperbaiki ekonomi dan membuka lapangan pekerjaan yang seluas-luasnya bagi anak-anak muda. "Tapi kalau izinnya terlalu lama, siapa yang mau membuka pabrik, membuka industri di negara kita," ucapnya.
Baca juga:
Kemajuan industri mebel dan kerajinan RI terkendala regulasi
Genjot investasi, kementerian lembaga kini wajib dampingi investor urus perizinan
Sederhanakan izin eksplorasi, pemerintah diminta lelang WK sudah clean and clear
Presiden Jokowi beri 2 minggu untuk menteri sederhanakan aturan investasi dan ekspor
Jokowi: Masa urusan perizinan harus dari presiden
Pemerintah bentuk satgas kejar peringkat 40 besar kemudahan berusaha
Kasus suap perizinan, eks Kadis Penanaman Modal Bandung divonis setahun bui