Akademisi pertanyakan alasan pemerintah pangkas anggaran pariwisata & kesehatan
Peneliti FEB Universitas Indonesia (UI) Muliadi Widjaja mempertanyakan keputusan pemerintah memangkas anggaran tersebut. Sebab, menurutnya sektor pariwisata merupakan sektor yang menyumbang besar terhadap pendapatan negara.
Pemerintah menetapkan anggaran untuk sektor pariwisata dalam RAPBN tahun 2019 sebesar Rp 4,219 triliun, angka ini menurun outlook tahun 2018 sebesar Rp 7,163 triliun.
Peneliti FEB Universitas Indonesia (UI) Muliadi Widjaja mempertanyakan keputusan pemerintah memangkas anggaran tersebut. Sebab, menurutnya sektor pariwisata merupakan sektor yang menyumbang besar terhadap pendapatan negara.
"(Anggaran) pariwisata turun, kebijakan lucu, padahal sektor untuk mendukung ekonomi," ungkapnya dalam diskusi di Restoran Rantang Ibu, Jakarta, Rabu (29/8).
Selain pemangkasan anggaran pariwisata, Muliadi juga mempertanyakan alasan pemerintah menurunkan porsi anggaran untuk kesehatan.
Dalam RAPBN 2019, anggaran yang disiapkan untuk kesehatan sebesar Rp 62,7 triliun. Angka ini lebih rendah dari outlook tahun 2018 yang sebesar Rp 64,3 triliun.
"Anggaran kesehatan malah turun. Saya tidak tahu alasaan kenapa anggaran kesehatan turun, seharusnya naik," tandas dia.
Baca juga:
Gerindra soal dana bansos naik: Harus terbuka ini uang negara, bukan dari Jokowi
Anggota Gerindra sebut Jokowi gagal wujudkan janji pertumbuhan ekonomi 7 persen
Per 23 Agustus, pemerintah telah salurkan Rp 985,8 M untuk penanganan gempa Lombok
Per 31 Juli, penerimaan bea cukai capai Rp 92,88 triliun
Hingga 20 Agustus 2018, penerimaan pajak capai Rp 760,57 triliun