Airin: Tangerang Selatan sudah ambil zakat dari gaji PNS, tapi bersifat sukarela
Airin memastikan, saat ini sumber penerimaan Zakat yang dikelola Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), kota Tangsel, paling besar disumbang dari ASN pemkot Tangsel.
Walikota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany mendukung wacana pemungutan zakat yang diambil dari gaji Aparatur Sipil Negara (ASN) atau Pegawai Negeri Sipil (PNS). Dia menyebutkan, hal itu telah dilakukan ASN di lingkungannya sebelum ramai wacana yang digulirkan Kementerian Agama itu.
"Kalau di Tangsel sebenarnya sudah, tapi sukarela. Tidak diwajibkan sepenuhnya bagi ASN muslim," kata Airin di Tangerang Selatan, Sabtu (10/2).
Dia memastikan, saat ini sumber penerimaan Zakat yang dikelola Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), kota Tangsel, paling besar disumbang dari ASN pemkot Tangsel.
"Bisa ditanya Baznas Tangsel, penerimaan zakat paling besar itu diperoleh dari PNS Tangsel, justru belum maksimal dari swastanya," terang Airin.
Dikonfirmasi terpisah, Ketua Baznas Kota Tangsel KH. Endang Syarifudin membenarkan hal itu, menurutnya, penerimaan Baznas Tangsel paling besar disumbang dari ASN Pemkot Tangsel.
"Iya benar, kebanyakan dari Pegawai Pemkot Tangsel. Ada juga zakat dari individu, zakat mal, fitrah perorangan jumlahnya besar, tapi orangnya sedikit. Tahun kemarin secara keseluruhan itu Rp1,5 milyar," kata dia.
Meski begitu, Endang menegaskan, kalau uang yang diberikan pegawai ASN Pemkot Tangsel setiap bulannya itu bukan dalam bentuk zakat. Melainkan infak dan sedekah.
"Iya tapi itu bukan zakat, itu infak dan sedekah. Kalau zakat harus 2,5 persen. Itu mereka sesukanya saja," tandas KH Endang Syarifuddin.
Baca juga:
Jokowi minta wacana pungutan zakat dari gaji PNS tak jadi polemik
ASN muslim di Sumut tolak wacana gaji langsung dipotong zakat
1.759 PNS dijatuhi hukuman disiplin, 96 dipecat tidak hormat sepanjang 2017
Kontroversi di balik wacana pungutan zakat dengan memotong gaji PNS
Kembangkan ekonomi syariah, bos BI sambut rencana pungutan zakat PNS