AHY Terpukau Tradisi Ruwatan Rambut Gimbal Dieng: Ada Anak Minta Mobil Mainan untuk Dicukur!
Menteri AHY saksikan langsung Tradisi Ruwatan Rambut Gimbal Dieng yang sakral. Ritual unik ini tak hanya budaya, tapi juga simbol harapan. Penasaran syarat anak gimbal dicukur?
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) baru-baru ini menghadiri sebuah ritual budaya yang sangat istimewa. Beliau menyaksikan langsung tradisi ruwatan cukur rambut gimbal di Dataran Tinggi Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah. Acara sakral ini merupakan bagian dari rangkaian Dieng Culture Festival (DCF) XV Tahun 2025.
Kehadiran AHY pada Minggu di Kompleks Candi Arjuna, Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, menandai pengalaman pertamanya dalam menyaksikan prosesi tersebut. Ia menekankan betapa pentingnya melestarikan warisan budaya bangsa ini. Tradisi ini dianggap sebagai kekayaan Nusantara yang patut terus dirawat.
Ritual pencukuran rambut gimbal bukan sekadar prosesi biasa. Menurut AHY, tradisi ini memiliki makna mendalam sebagai simbol pelepasan hal-hal kurang baik. Selain itu, ritual ini juga mengandung harapan agar anak-anak tumbuh dengan karakter dan kepribadian yang baik serta cinta pada negaranya.
Makna dan Pelestarian Warisan Budaya
Menteri AHY mengungkapkan kekagumannya terhadap keunikan dan makna yang terkandung dalam tradisi ruwatan cukur rambut gimbal. Ia menyebutnya sebagai prosesi budaya yang sangat baik untuk terus dijaga kelestariannya. Kekayaan budaya Indonesia, termasuk tradisi ini, menjadi identitas bangsa yang harus dibanggakan.
Lebih dari sekadar ritual, pencukuran rambut gimbal diyakini memiliki nilai filosofis yang kuat. Tradisi ini melambangkan pembersihan diri dari energi negatif dan membuka jalan bagi pertumbuhan positif. Harapan besar disematkan agar anak-anak yang menjalani prosesi ini dapat berkembang menjadi pribadi yang berintegritas dan memiliki nilai-nilai luhur.
Dieng Culture Festival (DCF) XV Tahun 2025 menjadi wadah penting untuk memperkenalkan dan melestarikan tradisi ini. Perhelatan akbar ini berhasil menarik ribuan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Kehadiran mereka menunjukkan daya tarik kuat dari prosesi sakral tersebut dan keindahan alam Dieng.
Upaya Internasionalisasi dan Daya Tarik Wisata
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memiliki visi besar untuk tradisi ruwatan cukur rambut gimbal. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyatakan bahwa pihaknya telah mengusulkan tradisi potong rambut gimbal ini ke UNESCO. Tujuannya adalah agar tradisi ini dapat masuk dalam daftar warisan budaya dunia, sejajar dengan Candi Borobudur.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi untuk memperbesar skala tradisi ini di mata dunia. Dengan pengakuan internasional, diharapkan tradisi ini dapat menarik perhatian lebih banyak wisatawan global. Ini sejalan dengan arahan Menteri AHY untuk menjadikan ritual rambut gimbal sebagai destinasi wisata internasional yang unggul.
Peningkatan jumlah turis yang datang ke Dieng tidak hanya berdampak pada pelestarian budaya. Ini juga akan memberikan dorongan signifikan bagi perekonomian lokal. Pariwisata yang berkembang akan menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar Dataran Tinggi Dieng.
Prosesi Sakral dan Momen Unik
Puncak gelaran DCF XV Tahun 2025 ditandai dengan ritual cukur rambut gimbal yang diikuti oleh delapan anak. Prosesi ini berlangsung khidmat, disaksikan oleh ribuan pasang mata yang memadati area Kompleks Candi Arjuna. Setiap anak yang dicukur memiliki cerita dan harapan unik di baliknya.
Dalam ritual tersebut, Menteri AHY dan Gubernur Ahmad Luthfi mendapatkan kehormatan untuk mencukur salah satu anak. Anak tersebut adalah Faiza Ahmad Al-Afghani, seorang bocah berusia 7,5 tahun asal Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta. Momen ini menjadi sorotan utama bagi para pengunjung dan media.
Faiza, putra dari pasangan Yoga Drinuko dan Niken Larasati, mengajukan syarat yang cukup menarik sebelum rambut gimbalnya dicukur. Ia meminta dibelikan mobil-mobilan yang menggunakan pengendali jarak jauh. Selain itu, Faiza juga secara khusus meminta agar rambutnya dicukur langsung oleh Menteri AHY, menambah keunikan prosesi tersebut.
Sumber: AntaraNews