Ahok sebut impor bahan pangan tidak salah
Menurut Ahok, sistem buka tutup impor dengan penerapan kuota, sangat tidak menguntungkan dan membuka celah permainan.
Pemerintah masih tetap mengandalkan pasokan bahan pangan dari negara lain untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama berencana mendatangkan daging sapi impor dari Selandia Baru untuk memenuhi kebutuhan masyarakat saat Hari Raya Idul Fitri. Ahok sapaan akrabnya, menegaskan, langkah ini wajar dilakukan mengingat pasokan dari peternakan lokal belum mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri.
"Impor enggak salah. Yang salah itu kalau kamu impor, kamu tidak mau beli sapi lokal. Sapi lokal kami beli, terus karena enggak cukup (jadi impor)," katanya di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (11/5).
Dia menegaskan, impor bahan pangan merupakan jalan terakhir jika dalam negeri tak mampu memenuhi. Ahok mencontohkan pasokan daging sapi yang sampai saat ini tak mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, sehingga harus diimpor.
"Sama kayak beras, kalau enggak cukup ya harus impor. Tapi harga yang ditetapkan petani tetap harus kita beli, impor ini buat senjata siap-siap agar enggak dimainkan oleh pedagang. Itu saja sebenarnya," jelasnya.
Mantan Bupati Belitung Timur ini membeberkan, permasalahan timbul jika pemerintah melakukan sistem buka tutup impor bahan pangan. Terutama, jika dalam sistem tersebut menerapkan aturan kuota. Menurutnya, sistem ini membuka celah adanya permainan.
"Justru yang impor kamu buka tutup ada peluang permainan, jadi enggak boleh ada buka tutup impor itu, kan harga sapi sekarang naik turun. Kalau kamu bikin kuota-kuotaan di situ ada permainan. Tapi kewajiban membeli yang lokal kita lakukan pasti beres. Kalau kamu mainin yang kuota-kuota enggak lepas itu permainan," paparnya.
Menurutnya, sistem buka tutup impor sangat tidak menguntungkan, sehingga lebih baik tidak ada istilah sistem semacam itu. Ahok mencontohkan saat pemerintah memutuskan membuka lebar impor kedelai tanpa sistem buka tutup. Sampai saat ini harga bahan baku tempe dan tahu tetap stabil.
"Kalau kamu buka langsung enggak ada, gonjang ganjing kok. Seperti kacang kedelai di buka ribut lagi enggak orang enggak? Enggak," tutupnya.
Baca juga:
Peternak sapi meradang Jokowi buka keran impor sapi dari India
Sapi India dinilai rawan penyakit, peternak di Jatim tolak impor
Bea Cukai dituding terlibat masuknya daging sapi ilegal asal India
Komisi III minta Jokowi selidiki dugaan impor daging sapi ilegal
Kementan: Keran impor bisa bongkar praktek kartel daging sapi
Pemerintah bantah impor sapi langkah frustasi turunkan harga