Agrinas Palma Nusantara Tegaskan Komitmen Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat untuk Sawit Berkelanjutan
Agrinas Palma Nusantara berkomitmen kuat menjaga lingkungan dan memberdayakan masyarakat dalam industri sawit berkelanjutan, menandai babak baru pengelolaan aset negara.
Agrinas Palma Nusantara menegaskan komitmennya untuk menjaga kelestarian lingkungan dan memberdayakan masyarakat dalam menjalankan industri sawit yang berkelanjutan. Pernyataan penting ini disampaikan oleh Head Regional Sumatera Agrinas Palma Nusantara, Mayjen TNI (Purn.) Djoko Andoko. Komitmen ini menjadi landasan utama bagi perusahaan dalam setiap aktivitas operasionalnya.
Komitmen tersebut diungkapkan dalam rangkaian acara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-1 Agrinas Palma Nusantara di Kantor Regional 1, Riau, pada Sabtu (31/1) lalu. Acara ini menjadi momentum untuk merefleksikan perjalanan perusahaan selama setahun terakhir. Agrinas Palma Nusantara meyakini bahwa sawit berkelanjutan bukan hanya tentang hasil produksi semata.
Lebih dari itu, keberlanjutan juga mencakup nilai-nilai yang dijaga, lingkungan yang dilindungi secara optimal, serta masyarakat sekitar yang diberdayakan secara adil. Perusahaan ini lahir dari amanah negara sejak 16 Januari 2025, sejalan dengan arah kebijakan nasional untuk memperkuat ketahanan dan kemandirian energi.
Fondasi Kuat dan Tata Kelola Berkelanjutan Agrinas Palma Nusantara
Dalam kurun waktu satu tahun pertama operasionalnya, Agrinas Palma Nusantara telah berupaya membangun fondasi yang kokoh. Perusahaan ini mengelola sekitar 1,7 juta hektare kebun sawit yang tersebar di berbagai wilayah strategis di Indonesia. Skala operasional yang besar ini menuntut adanya tata kelola yang sangat ketat dan terstruktur.
Mayjen TNI (Purn.) Djoko Andoko menjelaskan bahwa tata kelola tersebut mencakup penguatan sumber daya manusia (SDM) secara berkelanjutan. Selain itu, penyempurnaan standar operasional prosedur (SOP) juga terus dilakukan untuk memastikan efisiensi dan efektivitas kerja. Penerapan good corporate governance (GCG) secara konsisten menjadi prioritas utama.
Secara operasional, Agrinas Palma Nusantara membagi wilayah kerjanya menjadi empat regional untuk mempermudah koordinasi dan pengawasan. Regional I, misalnya, merupakan eks kebun milik Duta Palma dengan luas sekitar 84 ribu hektare. Kebun ini tersebar di Indragiri Hulu, Pelalawan, Kuantan Singingi, hingga Kampar.
Menariknya, sekitar 96 persen pekerjanya adalah eks karyawan Duta Palma, menunjukkan komitmen perusahaan dalam menjaga keberlangsungan pekerjaan. Agrinas Palma Nusantara bertekad untuk memastikan bahwa setiap aspek pengelolaan kebun sawit dilakukan dengan penuh tanggung jawab.
Tantangan Transisi Aset dan Pemberdayaan Masyarakat
Meskipun telah menunjukkan progres signifikan, Agrinas Palma Nusantara masih menghadapi tantangan dalam proses transisi aset. Aset eks Duta Palma yang kini dikelola Agrinas masih berstatus titipan di Kejaksaan Agung dan secara hukum belum inkrah. Situasi ini menjadi penghambat utama dalam realisasi penuh kewajiban perusahaan.
Kewajiban besar seperti realisasi plasma 20 persen untuk masyarakat sekitar baru bisa dijalankan sepenuhnya setelah proses hukum selesai. Bahkan, kebun di Kandis pun hingga kini belum dapat diambil alih secara penuh oleh Agrinas Palma Nusantara. Kondisi ini memerlukan pendekatan yang hati-hati dan strategis.
Untuk menjembatani situasi kompleks ini, Agrinas menyiapkan Tim Harmonisasi Pengelolaan. Tim ini akan melibatkan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan perwakilan masyarakat. Kehadiran tim ini diharapkan dapat menjadi ruang dialog yang konstruktif dan membantu penyelesaian persoalan di lapangan.
Dr. Fahdiansyah, mewakili pemerintah daerah, menyambut baik kehadiran pengelola baru ini sebagai peluang. Ia melihatnya sebagai babak berbeda setelah dinamika panjang sektor sawit di Kuantan Singingi. Harapannya, pengelolaan sawit kali ini akan lebih adil dan berpihak kepada masyarakat.
Harapan Baru untuk Pengelolaan Sawit yang Adil dan Merata
Nada serupa juga disampaikan oleh Ketua DPRD Kuantan Singingi, Juprizal. Ia menegaskan bahwa Agrinas Palma Nusantara kini adalah bagian dari keluarga besar masyarakat Kuansing. Lebih dari itu, perusahaan ini juga merupakan aset negara yang harus dikelola demi kesejahteraan rakyat secara luas.
Juprizal secara lugas mengungkapkan bahwa pada masa pengelolaan Duta Palma, program plasma tidak berjalan dan meninggalkan luka mendalam bagi masyarakat. Oleh karena itu, setelah dikelola Agrinas Palma Nusantara, ia berharap kondisi akan berbalik. Harapannya, perusahaan dapat memberikan dampak positif yang nyata bagi warga.
Pemerintah daerah menekankan bahwa Corporate Social Responsibility (CSR) bukanlah sekadar pelengkap, melainkan kebutuhan riil bagi warga. Program CSR harus dirancang dengan matang dan dikawal bersama oleh semua pihak terkait. Ini menunjukkan pentingnya peran aktif perusahaan dalam pembangunan komunitas.
DPRD Kuantan Singingi menyatakan kesiapannya untuk menjadi jembatan aspirasi masyarakat. Mereka juga siap menjadi mitra pengawasan agar manfaat ekonomi dari industri sawit meluas ke masyarakat dan pelaku usaha lokal. Kolaborasi ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem sawit yang lebih adil dan berkelanjutan.
Sumber: AntaraNews