LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Adhyaksa Dault minta ganti rugi pembangunan LRT gunakan tanah milik Pramuka

Adhyaksa hingga kini masih menunggu pemerintah untuk mengganti rugi tanah yang sejauh ini digunakan untuk pembangunan LRT Jabodebek. Setidaknya, dalam hal ini dia meminta kompensasi jika lahan tersebut dimanfaatkan untuk proyek LRT.

2018-04-16 17:53:05
LRT
Advertisement

Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Adhyaksa Dault mempersoalkan masalah pembebasan lahan untuk proyek kereta api ringan atau light rail transit (LRT) Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi (Jabodebek). Pembebasan lahan yang dipermasalahkan berada di kawasan Taman Wiladatika, Depok, Jawa Barat yang saat ini kepemilikan lahan masih berada di tangan Pramuka.

"Ya emang itu tanah partikelir memang betul, tapi dibeli oleh Pramuka dan tidak ada uang APBN untuk membebaskan tanah itu," kata dia usai melakukan rapat di Kemenko Kemaritiman, Jakarta, Senin (16/4).

Adhyaksa hingga kini masih menunggu pemerintah untuk mengganti rugi tanah yang sejauh ini digunakan untuk pembangunan LRT Jabodebek. Setidaknya, dalam hal ini dia meminta kompensasi jika lahan tersebut dimanfaatkan untuk proyek LRT.

Advertisement

"Ini kan tanah Pramuka dipakai LRT yang Depok itu. Kan ada tanah 19 hektare, tanah itu tanah hak pakai dari tahun 1973 yang dibebaskan oleh para senior senior kami di Pramuka. Maka jelas itu tanah Pramuka, ya kan. Sehingga kami diberikan kompensasi kalau tanah itu mau diberikan ke LRT dong," imbuhnya.

Saat ditanya berapa besaran jumlah ganti rugi yang diminta oleh pihaknya, dia-pun enggan mengatakan. Pihaknya, kembali menunjuk pemerintah untuk keputusan besaran ganti rugi.

"Loh ya itu kebijakan pemerintah, tapi harus diakui itu tanah Pramuka. Kami punya hak pakai," ujarnya.

Advertisement

Sejauh ini, lahan Pramuka yang sudah dipakai dalam pembangunan LRT sebanyak 4.300 meter persegi. Sementara untuk pengembangan TOD (Transit Oriented Development) sendiri sudah memakai lahan sebanyak 4 hektare.

"Kami Pramuka ini membantu negara dari bulan Juli 2017 udah dibangun LRT tanpa ada ganti rugi. Tapi sekarang kami kan minta dong," tandasnya.

Direktur Operasi III Adhi Karya, Pundjung Setya Brata mengatakan, saat ini pihaknya tengah dalam proses penyelesaian masalah tanah tersebut untuk digunakan keperluan pembangunan LRT Jabodebek.

"Lagi diselesain. Tanya deh (Kwarnas), saya kan pengguna saja. Yang jelas saya sudah mulai kerja di situ, sudah bisa kerja di situ. Sudah lama, sudah kolom dah naik, tinggal masalah administrasi saja," katanya.

Baca juga:
Bentuk Pansus, DPRD DKI nilai biaya pembangunan LRT terlalu mahal
Ini tampilan LRT yang baru tiba di Jakarta
Jalankan perintah Wapres JK, Adhi Karya tata kawasan proyek LRT di Kuningan
Terkendala lahan, pembangunan LRT Jabodebek baru 36 persen
Gagal penuhi target Jokowi, LRT Jakarta tak bisa beroperasi saat Asian Games

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.