LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Adhi Karya nilai berlebihan BUMN disebut kuasai proyek infrastruktur

Fadjroel Rachman menilai terlalu berlebihan jika perusahaan BUMN disebut terlalu menguasai proyek infrastruktur. Sebab, faktanya hal tersebut tidak terjadi. Contohnya, BUMN kalah tender dalam proyek Bandara Syamsudin Noor di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

2017-10-23 15:40:22
BUMN
Advertisement

Pada acara penutupan Rakornas Kamar Dagang Indonesia (Kadin) 2017 beberapa waktu lalu, Ketua Umum Kadin Indonesia, Rosan P. Roeslani menyampaikan keluhan-keluhan kepada Presiden Joko Widodo yang dialami oleh para pengusaha.

Salah satu yang menjadi keluhan adalah terkait perusahaan BUMN yang dinilai terlalu mendominasi proyek-proyek infrastruktur.

Komisaris PT Adhi Karya Tbk, Mochamad Fadjroel Rachman menilai terlalu berlebihan jika perusahaan BUMN disebut terlalu menguasai proyek infrastruktur. Sebab, faktanya hal tersebut tidak terjadi. Contohnya, BUMN kalah tender dalam proyek Bandara Syamsudin Noor di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

"Dalam hal apakah BUMN selau menang dalam tender? Kami baru saja kalah dalam tender Bandara Syamsudin Noor di Banjarmasin yang menang swasta," ujarnya dalam acara Rembuk Nasional 2017 di JIExpo, Jakarta, Senin (23/10).

Selain itu, Fadjroel tak mengetahui secara pasti jumlah anak usaha BUMN yang disebut mencapai 800 perusahaan. Namun, yang pasti, katanya, Adhi Karya hanya punya tiga anak perusahaan yakni Adhi Persada Properti (APP), Adhi Persada Realti (APR) dan Adhi Persada Gedung (APG).

Menurutnya, pembentukan anak usaha mendorong ekuitas perusahaan. Salah satunya Adhi Karya, ekuitas perusahaan konstruksi pelat merah ini hanya memiliki ekuitas 5,2 persen.

Hal ini membuat berat perusahaan jika berharap melalui laba saja. Sehingga, perlu adanya pembentukan anak usaha baru untuk menambah ekuitas.

"Selain dari ekuitas, kami mengharap dari konstruksi kami hanya dapat 3-4 persen profitnya," tegas Fadjroel.

Advertisement

Baca juga:
Rekomendasi Rembuk Nasional 2017, Presiden Jokowi diminta 'matikan' BUMN bermasalah
Holding BUMN jadi ancaman penerimaan pajak Indonesia
BTN berkomitmen terus lahirkan pengusaha properti muda
Heboh debit 'Tunggakan by rek' sebesar Rp 1.000, ini penjelasan BNI
Harga lelang frekuensi dimenangkan Telkomsel dinilai wajar dan masih murah
Menteri BUMN tetapkan Sunarso sebagai Direktur Utama Pegadaian

(mdk/sau)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.