Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Harga lelang frekuensi dimenangkan Telkomsel dinilai wajar dan masih murah

Harga lelang frekuensi dimenangkan Telkomsel dinilai wajar dan masih murah BTS Telkomsel di perbatasan. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Telkomsel selangkah lagi akan menjadi pemenang lelang frekuensi radio 2.3 GHz dengan harga harga Rp 1,007 triliun. Jika pemerintah sudah mengeluarkan surat penetapan pemenang lelang, maka Telkomsel sudah dapat segera memanfaatkan frekuensi radio 2.3 GHz tersebut.

Pengamat Ekonomi dan Chief Economist dari Danareksa, Kahlil Rowter menilai, harga lelang frekuensi radio yang dimenangkan oleh Telkomsel terbilang wajar dan relatif murah. Sebab, kebutuhan frekuensi radio bagi perusahaan telekomunikasi sangatlah besar, terlebih lagi frekuensi yang dilelang oleh Kominfo merupakan sumber daya terbatas dan kanal terakhir yang tersedia di frekuensi radio 2.3 GHz.

Kahlil optimis dengan mengeluarkan dana Rp 1 triliun untuk mendapatkan 30 Mhz frekuensi radio 2.3 GHz, maka potensi pendapatan Telkomsel di kemudian hari akan meningkat.

"Saya optimis mungkin dalam waktu beberapa tahun saja Telkomsel sudah dapat balik modal. Sehingga masih masuk akal harga lelang yang dimenangkan oleh Telkomsel. Jika dihitung secara cermat maka biaya frekuensi yang dikeluarkan oleh Telkomsel tidak lebih dari 10 persen pendapatannya. Hingga saat ini frekuensi di Indonesia masih terbilang murah dan tak akan membebani konsumen," ucap Kahlil di Jakarta, Jumat (20/10).

Merujuk laporan keuangan Telkom tahun 2016, kepemilikan frekuensi Telkomsel hanya 52.5 Mhz. Pendapatan yang bisa dibukukan dari frekuensi tersebut mencapai Rp 86,7 triliun dengan laba bersih mencapai Rp 28,1 triliun.

Sementara biaya yang harus dikeluarkan untuk membayar frekuensi di tahun 2016 mencapai Rp 3,6 triliun atau setara dengan Rp 0.07 per Mhz. Sedangkan harga frekuensi 2.3 Ghz adalah Rp1,007 triliun untuk 30 Mhz atau setara dengan Rp 0.033 per Mhz.

Sekjen Pusat Kajian Kebijakan dan Regulasi Telekomunikasi ITB, Muhammad Ridwan Effendi menilai harga frekuensi yang dimenangkan oleh Telkomsel masih lebih murah jika dibandingkan negara di kawasan Asia Tenggara maupun ASEAN.

"Bahkan harga yang mereka bayarkan bisa lima kali lebih mahal dibandingkan harga frekuensi yang dilelang di Indonesia," ujar Ridwan.

(mdk/azz)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP