LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Ada kenaikan harga, kinerja Satgas Pangan diklaim menurun saat Natal dan Tahun Baru

Pengamat The Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Bhima Yudistira, mengungkapkan pemerintah perlu mengintensifkan kerja satgas pangan. Ini dilakukan agar kenaikan harga bahan pokok yang kerap terjadi menjelang hari besar, khususnya Natal dan Tahun Baru dapat diatasi.

2017-12-30 17:00:00
Harga Pangan
Advertisement

Pengamat The Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Bhima Yudistira, mengungkapkan pemerintah perlu mengintensifkan kerja satgas pangan. Ini dilakukan agar kenaikan harga bahan pokok yang kerap terjadi menjelang hari besar, khususnya Natal dan Tahun Baru dapat diatasi.

"Satgas pangan diefektifkan. Kalau harga terlalu tinggi dilakukan operasi pasar. Agak menurun ya (kinerja Satgas Pangan). Kerja tidak setinggi atau sebaik waktu menjelang Lebaran," ungkapnya kepada Merdeka.com, di Jakarta, Sabtu (30/12).

"Jadi sekarang Satgas pangan memang harus diintensifkan lagi, koordinasi dengan Pemerintah Daerah. Jangan sampai ada kenaikan harga yang terus berlanjut," sambungnya.

Advertisement

Dengan makin intensifnya kerja Satgas Pangan, menurut dia, akan memberikan gambaran dan informasi yang lebih lengkap soal faktor-faktor penyebab naiknya harga bahan pokok.

Selain itu, ruang gerak para spekulan dapat lebih ditekan dan dikurangi, bahkan dihilangkan. "Apa benar ada kenaikan harga karena faktor cuaca. Saya kira satgas pangan ini penting, tapi terkendala tidak ada aturan yang baku, tidak ada aturan yang mengikat sehingga kerja dari satgas pangan ini belum terukur dengan baik," jelas Bhima.

Dia pun menyebutkan salah satu penyebab kenaikan harga bahan pokok adalah kondisi cuaca. Karakteristik periode Desember hingga Januari yang sering hujan mengganggu pasokan bahan pokok terutama yang sensitif terhadap cuaca seperti cabai dan beras.

Advertisement

"Kenaikan harga ini lebih disebabkan kalau natal tahun baru itu permintaannya naik. Biasa sih. Musiman. Faktor cuaca juga ya. Seperti beras, cabai, yang sensitif terhadap cuaca itu biasa naik," kata dia.

Oleh karena itu, selain mendorong kerja Satgas Pangan, pemerintah perlu memerhatikan ketersediaan pasokan bahan pokok yang memang punya peran penting dalam memastikan agar harga bahan pokok tidak tinggi.

"Pasokannya ditambah. Terutama produk yang sensitif pada perubahan cuaca. Sampai bulan Maret 2018 cuacanya bakal curah hujan terus nih," ujar dia.

Pemerintah pun mesti betul-betul menjaga agar tidak ada lagi spekulan atau pedagang nakal yang dengan sengaja memainkan harga bahan pokok.

"Nah di sisi lain, barangnya ada di pasokan tapi harganya dimainkan oleh para spekulan. Sehingga perlu juga dilakukan sidak di beberapa pasar tradisional. Juga sidak di level petani. Jangan-jangan di level petani harganya tidak segitu naiknya, petani rugi," tandasnya.

Baca juga:
Jelang Tahun Baru 2018, harga pangan belum tunjukkan tanda-tanda penurunan
Pemerintah tak siapkan penanganan khusus kenaikan harga pangan jelang Tahun Baru 2018
Masyarakat mengeluh harga sayuran melonjak naik jelang pergantian tahun
Jelang Tahun Baru, harga cabai di Pekanbaru naik dua kali lipat
Sandiaga minta Bulog pasok beras medium ke Pasar Induk Cipinang
Jelang Tahun Baru, harga cabai rawit hingga telur ayam ras di Ambon melonjak
5 Fakta bikin geleng-geleng soal naiknya harga pangan saat Natal dan Tahun Baru

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.