LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Ada Devaluasi Yuan, BRI Waspadai Kinerja Nasabah Eksportir

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) akan mengantisipasi dampak pelemahan atau devaluasi Yuan milik China. China saat ini sengaja melemahkan mata uangnya sebagai salah satu cara menghadapi perang dagang dengan Amerika Serikat (AS). Direktur Utama BRI, Suprajarto, mengakui dampak devaluasi Yuan tersebut pasti akan terasa.

2019-08-14 12:04:51
Bank Rakyat Indonesia
Advertisement

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) akan mengantisipasi dampak pelemahan atau devaluasi Yuan milik China. China saat ini sengaja melemahkan mata uangnya sebagai salah satu cara menghadapi perang dagang dengan Amerika Serikat (AS).

Direktur Utama BRI, Suprajarto, mengakui dampak devaluasi Yuan tersebut pasti akan terasa. Terutama bagi aktivitas ekspor ke China.

"Devaluasi Yuan ya pasti ada dampaknya ya pasti, apalagi yang ekspor kita kesana ya kan," kata dia, saat ditemui di Kantornya, Jakarta, Rabu (14/8).

Advertisement

Dia melanjutkan, saat ini pihaknya sedang mendata nasabah yang merupakan eksportir, terutama yang tujuannya adalah negeri Tirai Bambu tersebut. "Ini yang kita sedang lakukan inventarisasi perusahaan-perusahaan yang memang komoditinya ekspor kesana ya, pasti ada dampaknya pasti," ujarnya.

Mata uang China atau Yuan kian melemah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) sebagai imbas dari adanya perang dagang.

Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo menyebutkan devaluasi Yuan tidak menggerus nilai ekspor RI ke China. Namun, tetap harus dilakukan berbagai upaya menjaga kinerja ekspor, yaitu menjaga volume permintaan serta memperluas jangkauan pasar ekspor.

Advertisement

"Kita tidak terpengaruh banyak dari sisi (devaluasi) Yuan, karena porsi kita bukan ditentukan dari sisi nilai tukar," kata dia.

Dody melanjutkan, secara jangka pendek mata uang Yuan yang terdevaluasi tidak akan berpengaruh terhadap perdagangan mancanegara Indonesia. Dia menyebutkan faktor yang akan sangat berpengaruh adalah jika terjadi pelemahan permintaan, atau menurunnya kualitas barang ekspor Indonesia.

"Transaksi ekspor dalam jangka pendek tidak terkait banyak dengan devaluasi Yuan, tapi lebih ke permintaan dan kualitas," ujarnya.

Baca juga:
Semester I 2019, BRI Raup Laba Rp 16,16 Triliun
Bank BRI Turunkan Suku Bunga
Junio Smart, Terobosan BRI Perkuat Ekosistem Pendidikan di Indonesia
Ajukan Pinjaman di Bank Bisa Cair dalam Hitungan Jam
BRI New York Agency Selenggarakan 'US Cotton Special Trade Mission from Indonesia'
Kasus Kredit Fiktif Rp10 Miliar, Kejaksaan Tahan Debitur BRI
Garap Bisnis DPLK, Bank BRI Edukasi Masyarakat Soal Kebutuhan Hari Tua

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.