LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

7 Penyebab Anda masih miskin & kekurangan uang meski digaji tinggi

Menggampangkan utang membuat Anda selalu miskin dan kekurangan uang.

2016-06-21 04:00:00
Tips Keuangan
Advertisement

Kaya atau miskin hanya ukuran bersifat relatif yang tidak ada angka pasti dalam kehidupan. Banyak orang dengan gaji kecil tapi bisa hidup berkecukupan tiap bulannya. Namun, ada yang gajinya cukup besar tapi masih merasa miskin dan tidak punya apa apa.

Hingga kini juga masih banyak masyarakat atau pegawai yang masih merasa kekurangan uang. Dengan gaji yang cukup tinggi, di pertengahan bulan uang tersebut sudah menipis. Kebanyakan juga mereka juga tidak tahu untuk apa uang itu dihabiskan.

Besar atau kecilnya gaji tidak selalu menjadi penyebab Anda merasa kekurangan uang. Ada hal lain yang mungkin tidak Anda sadari yang terus menguras keuangan.

Advertisement

Berikut beberapa penyebab Anda masih kekurangan uang meski digaji selangit seperti dikutip dari hipwee di Jakarta, Selasa (21/6).

Advertisement

Baca juga:
Intip 5 cara atur uang selama Ramadan
Tips kelola gaji Rp 2 juta bisa wujudkan mimpi orang tua naik haji
Intip 5 cara dapat uang dadakan untuk tambah THR
6 Tips hemat selama bulan Puasa
5 Peluang bisnis yang bisa diambil selama Ramadan

Tak ada rencana masa depan

Anda harus pastikan, apakah selama ini sudah punya rencana kehidupan? Jika belum, ini bisa menjadi salah satu penyebab Anda selalu keuangan uang meski digaji tinggi.

Setidaknya, Anda harus mempunyai catatan apa saja yang menjadi kebutuhan setiap bulannya. Setelah itu, Anda harus mempunyai bayangan masa depan, mau seperti apa hidup yang Anda jalani.

Jika Anda tidak mempunyai rencana dan pandangan masa depan, Anda tidak akan bisa mengatur keuangan.

Gaya hidup tak sesuai gaji

Perasaan miskin dan kekurangan uang bisa muncul jika Anda terus melihat ke atas. Anda harus bisa menyesuaikan gaya hidup dengan pendapatan setiap bulannya.

Jangan pernah Anda menjalani gaya hidup seperti orang bergaji Rp 10 juta padahal gaji Anda cuma Rp 5 juta. Keuangan Anda akan terseok-seok setiap bulan jika memakai gaya ini.

Sesekali Anda harus melihat ke bawah dan berpikir bahwa gaya hidup Rp 5 juta juga sudah terlihat tinggi oleh orang yang bergaji hanya Rp 3 juta setiap bulannya.

Jangan harap Anda bisa kaya selama Anda belum bisa menyesuaikan gaya hidup dengan pendapatan.

Tak punya prioritas

Prioritas sangat penting dalam menjalani kehidupan dan menggunakan uang. Meski bergaji besar, kalau Anda tidak bisa mengatur untuk pengeluaran prioritas bisa dipastikan akan keteteran.

Sebagai contoh, Anda mungkin merasa ingin membeli sesuatu saat ini juga. Padahal, benda tersebut bisa saja ditunda dan masih ada yang lebih prioritas. Tidak semua harus dibeli sekarang.

Anda harus belajar untuk mengutamakan yang benar-benar penting, sementara yang lain bisa menunggu.

Membeli barang yang tidak perlu

Jika benar Anda tidak punya prioritas, maka akibatnya Anda akan sering membeli barang tidak perlu atau tidak butuh. Anda tidak akan bisa membedakan yang mana kebutuhan dan keinginan.

Sebagai contoh, Anda bisa saja membeli smartphone terbaru karena teman Anda sudah memiliki. Padahal, smartphone Anda yang lama masih bisa digunakan dengan baik.

Membeli barang yang tidak perlu akan membuat pengeluaran Anda menumpuk setiap bulannya.

Tidak punya tabungan

Hal yang lain yang membuat Anda selalu merasa miskin dan kehabisan uang adalah tidak punya tabungan. Anda tidak pernah mencoba untuk menabung meski digaji tinggi.

Kebanyakan orang berpikir bahwa mereka masih muda dan enggan untuk menabung. Tapi, ini akan membuat Anda tidak punya apa-apa meski sudah bekerja selama bertahun-tahun.

Tabungan akan membuat Anda merasa kaya meski tidak digunakan sekarang.

Menggampangkan utang

Mudah berutang menjadi salah satu penyebab Anda selalu merasa miskin dan kehabisan uang. Karena ingin membeli sesuatu dan uang Anda tidak cukup, Anda sering meminjam ke orang lain dan berpikir akan membayarnya bulan depan.

Sekali atau dua kali ini akan menjadi kebiasaan. Hidup Anda akan gali lubang tutup lubang ke depannya. Lebih parah lagi, kalau Anda bisa berutang, nilainya bisa bertambah setiap bulannya.

Remehkan catatan pengeluaran

Catatan pengeluaran sering dianggap remeh oleh banyak orang. Sebagian lagi merasa catatan pengeluaran tidak penting.

Padahal, dengan mencatat pengeluaran Anda bisa tahu berapa besar pengeluaran dan apa saja yang bisa dipangkas supaya Anda bisa menabung.

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.