50 Persen transaksi Bank Mandiri lewat online, pengunjung kantor cabang turun
50 Persen transaksi Bank Mandiri lewat online, pengunjung kantor cabang turun. Selain menurunnya kunjungan ke kantor cabang, penggunaan ATM juga terus menurun. Masyarakat lebih banyak menggunakan perangkat elektronik (gadget) untuk melakukan transfer ataupun aktivitas perbankan lainnya.
PT Bank Mandiri Tbk menyatakan 50 persen transaksi nasabah miliknya sudah daring atau online. Hal ini berdampak pada menurunnya kunjungan nasabah ke kantor cabang.
"Sudah 50 persen, e-channel lebih dari itu. Korporasi juga ada layanan e-channel, layar monitor sebuah perusahaan besar sudah bisa direct akses ke channel kita," ujar Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri, Rohan Hafas, saat ditemui di Balai Kartini, Jakarta, Jumat (18/8).
Selain menurunnya kunjungan ke kantor cabang, penggunaan ATM juga terus menurun. Masyarakat lebih banyak menggunakan perangkat elektronik (gadget) untuk melakukan transfer ataupun aktivitas perbankan lainnya.
"Perilaku konsumen juga sudah berubah ke digital kan. Peran sebuah cabang menurun, demikian juga dengan ATM menurun. Semua sudah ada di perangkat digital, digitalisasi efisien tapi tujuan utama perilaku konsumen sudah berubah," ujar Rohan.
Namun, dia mengatakan Bank Mandiri belum berencana menahan pembangunan kantor cabang. Ke depan Bank Mandiri berencana akan mengubah fungsi dari kantor cabang.
"Sementara belum (pembangunan kantor cabang ditahan). Tapi ke depan ada kemungkinan fungsi cabang berubah," jelasnya.
Baca juga:
Ekonomi RI tahun depan diperkirakan tumbuh 5,3 persen
Anak usaha Mandiri bidik 2.000 pemesanan kendaraan di GIIAS 2017
Bank Mandiri incar pembiayaan kredit motor Rp 450 M di GIIAS 2017
Dukung GIIAS 2017, Bank Mandiri beri fasilitas pembiayaan mobil
Bank Mandiri caplok dua perbankan Filipina, selesai Juni 2018
Bank Mandiri mulai bangun Kantor Wilayah 17 lantai di Bekasi
Peruri dan Bank Mandiri kerjasama buat kartu BUMN