5 Pesan untuk Presiden Jokowi yang hadiri pertemuan G-20
Pertama, Indonesia dan negara-negara G-20 harus serius menindak dan mencegah praktik aliran uang ilegal yang berasal dari praktik penghindaran dan pengemplang pajak, pencucian uang, dan tindakan kriminal lainnya dengan membentuk mekanisme pengawasan yang tepat.
Koordinator Nasional Publish What You Pay (PWYP) Indonesia, Maryati Abdullah menilai pertemuan KTT G-20 sangat penting untuk disikapi secara kritis. Sebab, hal tersebut akan berimbas pada kebijakan di Indonesia ke depannya.
Menurutnya, ada beberapa hal yang harus didorong oleh Presiden Joko Widodo dan seluruh pemimpin G-20, khususnya di sektor pajak dan industri ekstraktif.
Pertama, Indonesia dan negara-negara G-20 harus serius menindak dan mencegah praktik aliran uang ilegal yang berasal dari praktik penghindaran dan pengemplang pajak, pencucian uang, dan tindakan kriminal lainnya dengan membentuk mekanisme pengawasan yang tepat.
"Kedua, Indonesia perlu mendorong adanya transfer pengetahuan dari negara-negara G-20 dalam implementasi Automatic Exchange of Information (AEoI) agar penerapan dapat berjalan secara baik dan efektif," kata Maryati dalam diskusi di Jakarta, Kamis (6/7).
Ketiga, Pemerintah Indonesia dan negara-negara G-20 dituntut serius untuk segera men-sahkan peraturan soal beneficial ownership dari perusahaan dan entitas legal lainnya yang mengambil keuntungan di Indonesia.
Keempat, Indonesia dan negara-negara G-20 harus mendesak perusahaan multinasional untuk mengimplementasikan informasi country-by-country reporting secara terpisah namun dapat diakses antar negara.
Kelima, Indonesia dan negara-negara G20 lainnya penting untuk memastikan perusahaan di sektor ekstraktif untuk memenuhi standar-standar internasional dalam pembangunan berkelanjutan, dengab memperhatikan aspek HAM, lingkungan, tata kelola, serta hak-hak pekerja pada sepanjang rantai nilainya.
Baca juga:
Catatan Ramadan Mentan Amran, harga bawang tinggi walau sudah impor
Jokowi diminta perjuangkan perbaikan iklim Indonesia di KTT G20
Nilai tukar Rupiah merosot nyaris sentuh level Rp 13.400 per USD
Negara G-20 dinilai tak mampu atasi krisis global
Wimboh: OJK tak hanya stabilkan keuangan tapi kurangi rakyat miskin