Negara G-20 dinilai tak mampu atasi krisis global
Merdeka.com - Juru Bicara Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), Khalisah Khalid menilai, negara yang tergabung dalam G-20 tidak akan bisa mengatasi krisis global jika sistem ekonomi neoliberal yang menjadi paradigma organisasi tersebut belum dikoreksi.
Seperti diketahui, neoliberalisme adalah paham ekonomi yang mengutamakan sistem kapitalis perdagangan bebas, ekspansi pasar, privatisasi/penjualan BUMN, deregulasi/penghilangan campur tangan pemerintah, dan pengurangan peran negara dalam layanan sosial (public service) seperti pendidikan, kesehatan, dan sebagainya.
"G-20 nyaris belum melakukan tindakan krusial dan belum mampu menjawab krisis global sampai akar masalah. Karena tidak ada upaya restrukturisasi pilar dari ideologi ekonomi dari negara G-20," kata Khalisah dalam diskusi di Jakarta, Kamis (6/7).
Menurutnya, rezim pertumbuhan ekonomi global justru semakin membuka peluang tingginya ketimpangan penguasaan sumber daya alam, termasuk sumber-sumber agraria. Padahal, penguasaan oleh segelintir korporasi atas sumber daya alam tersebut hampir selalu berujung konflik.
"Karena mengacu pada perjanjian perdagangan internasional yang memihak pada kepentingan korporasi dan mengurangi peran negara, maka ketidakadilan dan krisis adalah keniscayaan," imbuhnya.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya