5 Cara pintar kelola uang untuk belanja Lebaran
Padahal, menekan pengeluaran yang tidak perlu bisa menghemat belanja Lebaran Anda.
Terkadang pengeluaran terbesar yang kita keluarkan memang banyak dialokasikan untuk belanja Lebaran. Belanja memang harus dilakukan demi memenuhi kebutuhan yang dibutuhkan setiap orang, mulai dari belanja makanan, pakaian, keperluan kamar mandi, keperluan dapur, dan masih banyak lainnya.
Kita sering tidak sadar bahwa banyak keperluan yang sebenarnya tidak terlalu penting, namun tetap kita beli. Padahal, menekan pengeluaran yang tidak perlu bisa menghemat belanja Lebaran Anda.
Apalagi, pemasukan pada saat Lebaran juga banyak. Mulai dari gaji hingga Tunjangan Hari Raya. Namun, tak bisa dipungkiri, pengeluaran Lebaran pun bisa berkali-kali lipat dari pengeluaran bulanan biasa.
Selain keperluan yang kurang penting dan bersifat tidak wajib, Anda juga perlu mewaspadai beberapa keperluan di luar dugaan yang berpotensi menghabiskan uang Anda, seperti biaya listrik, air, telepon, biaya sosial, pakaian, serta hiburan.
Berikut kelola uang belanja Lebaran seperti dilansir cermati.com:
Baca juga:
Menteri Rizal Ramli & Jonan sidak arus mudik di Stasiun Pasar Senen
MenPAN RB akan sarankan pecat pemimpin yang absen pasca lebaran
Alasan Menteri Yuddy larang PNS, pegawai RS cuti usai libur Lebaran
Menteri Yuddy: PNS, TNI & Polri tak boleh cuti setelah libur Lebaran
Jelang Lebaran, harga pangan masih tinggi
SHS Bertabur Promo Spesial Lebaran
Tak ada tunjangan khusus Lebaran bagi bidan di daerah pedalaman
Daftar prioritas
Hal pertama yang harus Anda lakukan ialah dengan cara menyusun daftar prioritas kebutuhan. Buat juga rincian biaya yang akan dikeluarkan dari tiap komponen kebutuhan tersebut.
Misalnya saja, Anda memiliki prioritas untuk membeli beras seharga Rp 100.000, kemudian membeli minyak goreng Rp 50.000, membayar listrik Rp 100.000, membayar langganan internet sebesar Rp 150.000, dan seterusnya. Jangan lupa untuk menempatkan berbagai komponen biaya yang tak terduga dalam urutan terakhir di dalam daftar prioritas tersebut.
Sesuaikan prioritas dengan anggaran
Setelah menyusun daftar prioritas, Anda bisa menyesuaikan daftar tersebut dengan anggaran yang dimiliki. Kalau ternyata dana tidak mencukupi, itu berarti Anda harus mengurangi beberapa kebutuhan yang dirasa tidak perlu.
Setelah menyesuaikan, Anda harus mematuhi daftar tersebut. Jangan sampai ada kebutuhan di luar anggaran lagi. Anda harus bisa mengatakan tidak kepada diri sendiri jika ada kebutuhan lainnya yang harus dibeli atau dibayarkan.
Cari potongan harga
Seringkali kita memiliki hasrat yang berlebih pada sebuah barang tanpa berpikir sehat. Anda menyukainya, kemudian Anda tidak peduli apakah ada uang atau tidak.
Anda langsung saja membeli tanpa pikir panjang. Hal seperti inilah yang sering mengganggu anggaran belanja yang telah dibuat. Agar tidak mudah tergoda, Anda bisa menggunakan beberapa cara.
Salah satu caranya dengan memanfaatkan waktu diskon untuk beberapa produk tertentu. Setiap tahunnya pasti banyak toko yang menggelar obral besar-besaran. Toko online juga sering mengadakan promo tersebut untuk menarik banyak pelanggan.
Manfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin untuk membeli kebutuhan yang memang telah diprioritaskan. Namun Anda juga harus tetap mengingat bahwa barang-barang yang dibeli merupakan barang-barang yang dibutuhkan, bukan diinginkan. Jangan sampai kalap membeli mentang-mentang lagi ada program diskon.
Pilih tempat belanja sederhana
Saat memilih tempat belanja, sebaiknya Anda memilih berdasarkan harga. Jadikan patokan harga sebagai faktor utama Anda dalam memilih tempat belanja demi keselamatan finansial Anda.
Tidak perlu membesarkan gengsi hanya karena ingin terlihat mewah, Anda lalu belanja di tempat yang mewah. Barang-barang rumah tangga merupakan kebutuhan yang harus dibeli secara rutin dan berulang tiap bulannya.
Apabila Anda membeli di tempat yang mahal, maka selisih harga yang cukup besar akan terasa setelah beberapa bulan Anda belanja. Pilih lah tempat belanja yang menawarkan harga yang cukup terjangkau, seperti di swalayan, pasar, atau supermarket.
Catatan belanja
Buatlah catatan belanja selama satu bulan. Barang apa saja yang Anda butuhkan, misalnya beras, minyak, mie instan, telur, dan lainnya. Saat berbelanja, sebaiknya Anda membawa catatan yang berisi daftar barang apa saja yang harus dibeli.
Hal ini bertujuan untuk menghemat uang belanja yang akan Anda keluarkan. Biasanya dengan membawa catatan, Anda hanya akan membeli apa saja yang tertera di kertas tersebut. Namun jika Anda tidak membawa catatan belanja tersebut, bisa-bisa Anda malah belanja barang-barang lain yang tidak dibutuhkan.
(mdk/sau)