300 UMKM Raih Pasar Global Berkat Program Pertapreneur Aggregator Pertamina
Program ini, yang telah diluncurkan sejak tahun 2022, dirancang khusus untuk meningkatkan daya saing UMKM di kancah internasional.
PT Pertamina (Persero) secara konsisten menunjukkan komitmennya dalam memajukan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia. Melalui inisiatif strategisnya, program Pertapreneur Aggregator, perusahaan berhasil membuka gerbang pasar global bagi sekitar 300 UMKM binaan.
Program ini, yang telah diluncurkan sejak tahun 2022, dirancang khusus untuk meningkatkan daya saing UMKM di kancah internasional. Dukungan yang diberikan mencakup aspek teknis, manajerial, serta akses pasar yang krusial bagi pengembangan bisnis mereka.
Fadjar Djoko Santoso, Vice President Corporate Communication Pertamina, menegaskan bahwa upaya ini merupakan bagian integral dari tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) perusahaan. Tujuannya adalah mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) dan selaras dengan Astacita pemerintah dalam menciptakan lapangan kerja berkualitas.
Mendorong UMKM Indonesia ke Kancah Internasional
Pertamina terus berupaya keras untuk memastikan UMKM Indonesia dapat bersaing secara global. Program Pertapreneur Aggregator menjadi jembatan bagi para pelaku usaha kecil untuk menembus pasar internasional, memberikan mereka dukungan komprehensif.
Sejak diluncurkan pada tahun 2022, program Pertapreneur Aggregator telah mengidentifikasi dan membina 300 UMKM potensial. Dukungan yang diberikan tidak hanya terbatas pada pelatihan teknis, tetapi juga bimbingan manajerial dan pembukaan akses ke jaringan pasar yang lebih luas.
Fadjar Djoko Santoso menjelaskan, "Melalui program Pertapreneur Aggregator, Pertamina mewujudkan UMKM Indonesia ke tingkat internasional dengan menghadirkan dukungan teknis, manajerial, sekaligus membuka akses pasar bagi 300 UMKM potensial sejak program ini diluncurkan pada 2022." Inisiatif ini juga mendukung penciptaan pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Langkah strategis ini juga sejalan dengan Astacita pemerintah, yang berfokus pada penciptaan lapangan kerja berkualitas, mendorong semangat kewirausahaan, dan mengembangkan industri kreatif di seluruh pelosok negeri.
Kisah Sukses Kainnesia: Tenun Nusantara Mendunia
Salah satu contoh nyata keberhasilan program Pertapreneur Aggregator adalah Kainnesia (Kain Tenun Indonesia), pemenang Pertapreneur Aggregator 2024. Kainnesia telah berhasil menggandeng ratusan penenun dari berbagai daerah di Indonesia.
Produk tenun Nusantara yang dihasilkan Kainnesia kini telah menembus berbagai ajang internasional bergengsi. Di antaranya adalah Osaka World Expo Japan 2025, Korea Import Fair di Seoul, Jogja Fashion Week 2025, serta Inacraft 2025.
Keikutsertaan dalam ajang-ajang tersebut membuka peluang besar bagi Kainnesia untuk bertemu dengan pembeli dari berbagai negara seperti Jepang, Australia, dan Malaysia. Bahkan, pembeli dari Malaysia telah secara khusus memesan sarung tenun senilai 50 ribu dolar AS, menunjukkan potensi pasar yang besar.
Nur Salam, Pendiri sekaligus Chief Executive Officer Kainnesia, mengungkapkan, "Total tenaga kerja dari 37 UMKM mitra kami bisa mencapai lebih dari 400 orang. Semua ini menjadi bukti nyata bahwa program Pertapreneur Aggregator berhasil mendorong pertumbuhan yang menyeluruh dan berkelanjutan, tidak hanya bagi kami, tetapi bagi UMKM lain yang kami bina." Ia juga menambahkan bahwa tenun adalah warisan budaya yang harus terus dikembangkan agar relevan dengan zaman.
Visi Pertamina untuk Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan
Kehadiran UMKM seperti Kainnesia menjadi inspirasi dan contoh nyata dari tujuan utama program Pertapreneur Aggregator. Pertamina melihat potensi besar dalam model agregator ini untuk memperluas dampak positif.
Rudi Ariffianto, Vice President CSR and SMEPP Pertamina, menyatakan, "Semakin banyak UMKM agregator, makin banyak pula UMKM yang bisa naik kelas, membuka lapangan kerja, dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal." Ini menunjukkan komitmen Pertamina terhadap pembangunan ekonomi yang inklusif.
Pertamina berharap agar UMKM binaan Kainnesia dapat menjadi "tentakel ekonomi" yang kuat. Mereka diharapkan mampu menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi masyarakat dan lingkungan sekitar, memberikan efek domino positif bagi perekonomian nasional.
Melalui program Pertapreneur Aggregator, Pertamina tidak hanya membantu UMKM meraih pasar global, tetapi juga berkontribusi pada penciptaan ekosistem bisnis yang lebih kuat dan berkelanjutan di Indonesia.
Sumber: AntaraNews