220 Peserta dari 22 negara kumpul di pameran logam dan baja dalam negeri
Pameran internasional logam dan baja, Asia Tenggara Indometal 2018 resmi dibuka, hari ini, Rabu (17/10). Pameran Indometal ke-4 ini diikuti 200 peserta dari 22 negara akan berlangsung selama tiga hari 17-19 Oktober 2018.
Pameran internasional logam dan baja, Asia Tenggara Indometal 2018 resmi dibuka, hari ini, Rabu (17/10). Pameran Indometal ke-4 ini diikuti 200 peserta dari 22 negara akan berlangsung selama tiga hari 17-19 Oktober 2018.
Selain pameran, penyelenggara juga menggelar seminar yang diisi oleh pelaku industri logam dan baja Indonesia.
Direktur dari PT Wahana Kemalaniaga Makmur, Rini Sumardi selaku penyelanggara mengatakan, dengan prospek ekonomi Indonesia yang positif, permintaan domestik yang lebih tinggi dan sektor manufakrur yang kuat, penting bagi bisnis dengan teknologi dan solusi yang diproduksi secara lokal untuk bermitra perusahaan internasional.
"Hal ini untuk meningkatkan kapasitas produksi, memenuhi permintaan domestik dan membawa daya saing yang lebih besar di pasar global," ujarnya dalam siaran pers.
Selain pameran, indometal juga akan mengadakan seminar-seminar yang diselenggarakan oleh para asosiasi dari industry terkait diantaranya oleh Asosiasi Pengecoran Logam Indonesia (APLINDO).
Selain seminar yang diselenggarakan oleh asosiasi-asosiasi, akan ada pula presentasi teknikal yang diadakan oleh peserta pameran perihal update teknologi-teknologi dan peluncuran produk terbaru diantaranya dari Kao Industrial (Thailand) Co Ltd, PT. Green Plus Indonesia, Allied Mineral Products Inc. Shimadzu Analytical Instruments, Harbison Walker International dan masih banyak lagi.
Baca juga:
ESDM sebut belum ada perusahaan batubara PKP2B ubah status jadi IUPK
Arcandra: Tambang timah di laut wajib gunakan teknologi ramah lingkungan
Pekerja Indonesia diyakini bisa garap tambang bawah tanah Grasberg
Pemerintah Jokowi dipuji bisa miliki 51 persen saham Freeport Indonesia
ESDM akui penurunan harga batubara pengaruhi penerimaan negara