2025, Kemenperin targetkan produksi 400.000 mobil listrik
Kementerian Perindustrian menargetkan produksi 400.000 mobil listrik pada 2025. Angka ini sebesar 25 persen dari total produksi mobil sebesar 2 juta unit mobil pada 2025. Dia mengatakan produksi mobil listrik ini merupakan bagian tak terpisahkan dari program pemerintah untuk memproduksi mobil dengan emisi rendah.
Kementerian Perindustrian menargetkan produksi 400.000 mobil listrik pada 2025. Angka ini sebesar 25 persen dari total produksi mobil sebesar 2 juta unit mobil pada 2025.
"Jadi 2025 itu target produksi mobil itu 2 juta, dari 2 juta, 20 persen electric vehicle," ungkapnya di sela-sela acara Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2017, di Indonesia Convention and Exhibition (ICE), BSD, Tanggerang Selatan, Banten, Kamis (10/8).
Dia mengatakan produksi mobil listrik ini merupakan bagian tak terpisahkan dari program pemerintah untuk memproduksi mobil dengan emisi rendah. "Kita dari pemerintah akan siapkan program yang namanya low carbon emission vehicle," ujarnya.
Adapun menurut Menteri Airlangga, komponen penunjang mobil listrik, seperti baterai akan diproduksi di dalam negeri. "Industri lokal pertama teknologi baterai. Teknologi baterai itu secara teknologi bisa dikuasai," kata dia.
"Dan pemain dari baterainya (industri produsen baterai) sudah ada di sini. Jadi pemain industri baterai yang di luar negeri dan di dalam negeri itu sama," pungkasnya.
Baca juga:
Sebelum mobil listrik, pemerintah diminta kembangkan tipe hybrid
Mobil listrik diarahkan ke energi terbarukan, tak pakai setrum PLN
ESDM mulai susun Perpres percepatan pengembangan mobil listrik
Sinyal pemerintah Jokowi serius kembangkan mobil listrik nasional
Ini langkah Kementerian ESDM dukung proyek mobil listrik nasional
Arcandra sebut mobil listrik mampu kurangi emisi gas rumah kaca
Kadin klaim harga mobil listrik lebih murah dari konvensional