2019, BRI Agro Target Salurkan 10.000 Kartu Kredit
Pada tahun ini, BRI Agro menargetkan akan terbitkan 10.000 keping kartu kredit. Nilai transaksi yang ditargetkan adalah Rp 200 miliar. BRI juga memberikan beragam fasilitas menarik. Salah satunya adalah program cicilan 0 persen hingga 24 bulan untuk transaksi melalui merchant-merchant yang sudah bekerjasama dengan BRI.
Kartu kredit BRI Agro, hasil kerjasama PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) (Persero) dan Bank Rakyat Indonesia Agroniaga (BRI Agro), baru saja diluncurkan. Pada tahun ini, BRI Agro menargetkan akan terbitkan 10.000 keping kartu kredit.
Direktur Utama BRI Agro, Agus Noor Santo, menyatakan jumlah 10.000 memang cukup kecil bila dibandingkan dengan target sang induk, BRI. Namun, jumlah itu bukannya tidak mudah untuk dicapai.
"Sebagian besar masih dari nasabah lama, dan sekitar 30 persen kita targetkan dari nasabah baru," ujarnya di Gedung BRI I, Jakarta, Rabu (8/4).
Nilai transaksi yang ditargetkan adalah Rp 200 miliar. Sementara, jumlah nasabah BRI Agro saat ini mencapai 100.000. Agus juga akan bidik pertumbuhan nasabah hingga 30 persen tahun ini, sehingga nantinya jumlah nasabah BRI Agro naik menjadi 130.000 orang.
Selama ini BRI Agro membiayai usaha pertanian dengan komoditas yang beragam, mulai dari pisang, karet, hingga kepala sawit. Adanya kartu kredit BRI Agro diharapkan akan memudahkan pelaku agribisnis melakukan transaksi baik untuk memenuhi kebutuhan bisnis maupun kebutuhan sehari-hari.
Sementara, untuk menggaet nasabah, BRI juga memberikan beragam fasilitas menarik. Salah satunya adalah program cicilan 0 persen hingga 24 bulan untuk transaksi melalui merchant-merchant yang sudah bekerjasama dengan BRI.
Direktur Konsumer BRI Handayani menyatakan saat ini pelaku agribisnis sudah menggunakan produk digital untuk memenuhi kebutuhan bisnis mereka.
"Saat ini pelaku bisnis sudah menggunakan teknologi, contohnya dengan Pinang. BRI Agro juga tidak mau kalah dengan induknya, akhirnya meluncurkan co-branding ini untuk memenuhi kebutuhan bisnis," ungkapnya.
Melalui kartu kredit BRI Agro, nasabah dapat membeli peralatan pemeliharaan tanaman, pupuk, hingga sayur mayur untuk keperluan sehari-hari lewat Sayurbox.com. Selain itu, kartu kredit ini dapat digunakan untuk transaksi hotel dan pesawat dengan diskon tertentu.
Handayani mengakui pertumbuhan kartu kredit BRI masih didorong dari sektor travel yang mencapai 35 persen dan fashion sebesar 20 persen. Oleh karenanya, BRI terus mendorong pertumbuhan kartu kreditnya dengan target diatas 30 persen.
"Kita luncurkan kartu kredit ini untuk menggenjot pertumbuhan kartu kredit sebesar 30 persen. Harapannya tahun ini jumlah kartu kredit akan bertambah 350.000," tutupnya.
Reporter: Athika Rahma
Sumber: Liputan6
Baca juga:
Laba bersih BRI Agro turun 23,29 persen
BRI tawarkan asuransi pada masyarakat berpenghasilan rendah
BRI minta Jokowi-JK lanjutkan program KUR
BRI kucurkan Rp 40 miliar buat Waroeng Rajawali
BRI catat dalam tiga bulan, kiriman TKI ke Indonesia Rp 6,7 T
Rajin 'goreng' isu akuisisi, Serikat Pekerja BUMN serang Dahlan