2017, Kemendag terbitkan izin impor gula mentah 1,5 juta ton
Kementerian Perdagangan (Kemendag) secara resmi telah menerbitkan izin impor gula mentah atau raw sugar di semester pertama 2017 sebanyak 1,5 juta ton. Izin impor itu diberikan kepada 11 perusahaan, untuk memenuhi kebutuhan industri makanan dan minuman. Enggar berjanji akan mengawasi distribusi gula kristal ini.
Kementerian Perdagangan (Kemendag) secara resmi telah menerbitkan izin impor gula mentah atau raw sugar di semester pertama 2017 sebanyak 1,5 juta ton. Izin impor itu diberikan kepada 11 perusahaan, untuk memenuhi kebutuhan industri makanan dan minuman.
"Gula kristal putih untuk industri mamin (makanan dan minuman), sudah kami keluarkan, raw sugar, sesuai dengan kontrak mereka. Izin untuk enam bulan, kebutuhan kami keluarkan 11 perusahaan, jadi kami keluarkan dulu enam bulan 1,5 juta ton," ujar Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita di kantornya, Rabu (4/1).
Selain itu, Enggar berjanji akan mengawasi distribusi gula kristal ini. Sebab, tahun lalu terjadi rembesan raw sugar impor ke pasar tradisional.
"Distribusi kami jaga ketat, karena saya baca betul di media mengenai adanya kebocoran. Dan untuk industri tidak akan terganggu, dan kami akan pantau. Bagi mereka yang menyimpan, akan kami cabut izinnya," katanya.
Dia memastikan 1,5 juta ton raw sugar itu cukup untuk memenuhi kebutuhan gula selama satu semester. Adapun sepanjang 2017 ini, kebutuhan gula untuk industri diproyeksikan mencapai 3,5 juta ton. Sementara itu, pada 2016 lalu, pemerintah menerbitkan izin untuk impor gula sebanyak 3,22 juta ton.
Baca juga:
Mendag klaim berhasil amankan pasokan pangan di 2016
Harga cabai tembus Rp 100.000 per Kg, ini kata Mendag
Rumah Indonesia, ajang promosi produk dalam negeri di Spanyol
Hindari pungli, Kemendag luncurkan perizinan online
Mendag Enggar pastikan stok pangan aman tiga bulan ke depan
Jelang akhir tahun, harga cabai turun namun ayam dan telur naik
Kemendag beri izin Bulog impor daging kerbau India hingga Lebaran