2016, pemerintah bakal operasikan badan otoritas pariwisata
"Mudah-mudahan awal tahun depan sudah bisa ditandatangani oleh presiden."
Pemerintah bakal mengoperasikan badan otoritas pariwisata tahun depan. Institusi tersebut ditargetkan menggenjot kunjungan 20 juta turis asing hingga lima tahun ke depan.
"Mudah-mudahan awal tahun depan sudah bisa ditandatangani oleh presiden," kata Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam konferensi pers di Kementerian Koordinator Kemaritiman, Jakarta, Senin (28/12).
Badan otoritas juga nantinya bertanggung jawab mengembangkan sepuluh destinasi wisata Indonesia. Yakni, Danau Toba sebagai proyek percontohan, Kepulauan Seribu, Pantai Tanjung Lesung, Borobudur, Bromo, Lombok Selatan, Mandalika, Flores, Labuhan Bajo dan Raja Ampat.
"Pariwisata di Indonesia perlu dikembangkan, sehingga perlu membentuk Badan Otoritas Pariwisata," katanya. "Destinasi wisata pengelolaannya harus satu dan terintegrasi."
Badan Otoritas Pariwisata akan bertanggung jawab kepada Presiden dan Dewan Pengarah. Terdiri dari perwakilan Kementerian Koordinator Kemaritiman, Kementerian Pariwisata, Kementerian Perumahan Rakyat dan Pekerjaan Umum.
Baca juga:
Menpar Arif Yahya: Google mitra kami promosikan Indonesia
Rizal Ramli berikan bebas visa untuk turis Australia dan Brasil
Menko Rizal: Pemerintah kembali bebaskan visa 84 negara
Kadin: 14 tahun lagi, pariwisata jadi penghasil devisa terbesar RI
Indahnya Pantai Kutang Lamongan, pengunjung penasaran namanya
Libur Natal-Tahun Baru 2016, wisatawan serbu liburan ke Pulau Seribu