Waspada BBM Oplosan! Begini Cara Memastikan Kualitas Pertamax
Kenali perbedaan Pertamax asli dan oplosan, serta cara mudah memastikan kualitas BBM yang Anda beli untuk menjaga performa kendaraan.
Kasus korupsi di lingkungan internal PT Pertamina turut membongkar sejumlah praktik kejahatan besar. Para tersangka korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang diduga mengoplos bahan bakar minyak (BBM) jenis RON 90 atau Pertalite menjadi RON 92 alias Pertamax.
Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Riva Siahaan, disebut melakukan pembelian BBM berjenis RON 92. Padahal, sebenarnya hanya membeli RON 90 atau lebih rendah lalu dioplos untuk dijadikan RON 92.
Meski demikian, PT Pertamina (Persero) secara tegas telah membantah tegas isu pencampuran Pertamax dengan Pertalite. Pertamina menekankan bahwa Pertamax yang beredar telah memenuhi spesifikasi yang ditentukan dan dipantau oleh LEMIGAS. Meskipun demikian, kewaspadaan konsumen tetap penting untuk memastikan kualitas bahan bakar yang digunakan.Melansir dari berbagai sumber, Rabu (26/2), berikut ulasan selengkapnya mengenai cara memastikan kualitas BBM jenis Pertamax pada mesin kendaraan Anda.
Memastikan Kualitas Pertamax
Beberapa metode sederhana beredar untuk mengecek kualitas Pertamax, namun perlu diingat bahwa metode ini tidak sepenuhnya akurat dan hanya sebagai indikasi awal. Berikut penjelasan lengkapnya:
Periksa Warna
Pertamax asli umumnya berwarna biru. Perbedaan warna yang signifikan dapat menjadi indikasi pencampuran. Namun, warna dapat dipengaruhi faktor lain seperti pencahayaan dan kondisi penyimpanan, sehingga metode ini tidak sepenuhnya handal.
Uji dengan Air
Campurkan beberapa tetes Pertamax dengan air. Pertamax asli akan terpisah dari air dan mengendap di dasar. Jika tercampur dan menghasilkan warna berbeda, kemungkinan besar telah dicampur zat lain. Metode ini juga tidak sepenuhnya akurat karena beberapa zat aditif mungkin tetap tercampur dengan air.
Perhatikan Bau
Pertamax asli memiliki bau khas. Bau menyengat atau berbeda dari biasanya bisa jadi indikasi pencampuran. Namun, ini subjektif dan bergantung pengalaman individu. Bau dapat berubah karena berbagai faktor, termasuk kondisi penyimpanan dan kualitas bahan baku.
Cara Lain Melihat Kualitas Pertamax
Selain itu, diketahui terdapat salah satu cara yang cukup ampuh untuk memastikan kualitas Pertamax. Cara tersebut adalah dengan menggunakan alat tes BBM. Alat ini disebut dapat mendeteksi modifikasi atau pencampuran pada BBM.
Di sisi lain, cara berikutnya yang cukup efektif untuk meminimalisir risiko membeli Pertamax oplosan adalah dengan membeli di SPBU resmi Pertamina. SPBU resmi memiliki pengawasan kualitas lebih ketat dan terjamin keaslian produknya. Pastikan Anda membeli di SPBU yang memiliki logo dan identitas Pertamina yang jelas dan terverifikasi.
Jika Anda mencurigai adanya kecurangan atau kualitas BBM yang tidak sesuai, laporkan segera kepada pihak berwenang atau Pertamina. Pelaporan ini penting untuk pengawasan dan penindakan terhadap praktik-praktik ilegal yang merugikan konsumen.
Mengenal Perbedaan Pertamax dan Pertalite
Selain cara memastikan Pertamax, hal berikutnya yang penting untuk diketahui ialah mengenai perbedaan kedua jenis BBM di atas.
Perbedaan utama Pertamax dan Pertalite terletak pada angka oktan (RON). Pertamax minimal RON 92, sedangkan Pertalite RON 90. Perbedaan ini berpengaruh pada performa mesin dan efisiensi bahan bakar. Pertamax dengan RON lebih tinggi memberikan pembakaran lebih sempurna dan efisien. Kedua jenis bahan bakar ini diketahui juga memiliki harga penjualan yang berbeda di pasaran.
Pertalite Dioplos Jadi Pertamax Terungkap
Sebelumnya, Kejaksaan Agung (Kejagung) berhasil mengusut kasus dugaan tindak pidana korupsi dalam tata kelola minyak mentah dan produk kilang pada PT Pertamina (Persero) Subholding dan Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) tahun 2018-2023.
Sejumlah temuan pun didapat, mulai dari permainan impor, pengaturan broker, hingga cara mengoplos Pertalite (Ron 90) menjadi Pertamax (Ron 92) untuk penjualan.
Para tersangka adalah Riva Siahaan (RS) selaku Dirut PT Pertamina Patra Niaga, Sani Dinar Saifuddin (SDS) selaku Direktur Optimasi Feedstock dan Produk PT Kilang Pertamina Internasional, Yoki Firnandi (YF) selaku Dirut PT Pertamina Internasional Shipping, dan Agus Purwono (AP) selaku Vice President Feedstock Manajemen PT Kilang Pertamina Internasional.
Kemudian Muhammad Kerry Andrianto Riza (MKAR) selaku Beneficial Owner PT Navigator Khatulistiwa, Dimas Werhaspati (DW) selaku Komisaris PT Navigator Khatulistiwa sekaligus Komisaris PT Jenggala Maritim, dan Gading Ramadhan Joedo (YRJ) selaku Komisaris PT Jenggala Maritim sekaligus Dirut PT Orbit Terminal Mera.
Para tersangka itu resmi ditahan setelah ditetapkan sebagai tersangka pada, Selasa (25/2/2025).