Suhu Dingin Dirasakan Hampir Seluruh Wilayah di Pulau Jawa, BMKG Angkat Bicara
BMKG jelaskan sebab suhu dingin yang dirasakan di hampir seluruh Pulau Jawa.
Fenomena suhu dingin yang melanda hampir seluruh wilayah Pulau Jawa dalam beberapa waktu terakhir. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pun memberikan penjelasan terkait penyebab kondisi ini.
Menurut BMKG, suhu dingin ini disebabkan oleh kombinasi beberapa faktor meteorologis. Salah satunya adalah angin monsun Australia yang kering sehingga menurunkan suhu di Pulau Jawa.
Selain itu, BMKG juga menegaskan bahwa fenomena ini berbeda dengan Aphelion. Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG. Simak ulasan lengkapnya dikutip dari akun Instagram @infobmkg.
Faktor-faktor Penyebab Suhu Dingin di Pulau Jawa
Salah satu faktor utama penyebab suhu dingin adalah angin monsun Australia. Angin ini bersifat kering dan membawa udara dingin dari Benua Australia menuju wilayah Indonesia, terutama bagian selatan khatulistiwa, termasuk Pulau Jawa.
Udara kering yang dibawa oleh monsun Australia menyebabkan suhu udara terasa lebih dingin, terutama pada malam hari. Selain itu, kadar uap air yang rendah di udara juga menyebabkan siang hari tidak terasa sepanas biasanya.
Selain itu, sebab kedua suhu dingin adalah karena langit yang cerah pada malam hari. Kondisi ini mempercepat pelepasan panas dari permukaan bumi ke atmosfer. Akibatnya, suhu permukaan bumi mengalami penurunan signifikan pada dini hari.
Sebab terakhir adalah karena hujan yang masih terus terjadi di berbagai wilayah. Hal ini membuat hawa dingin semakin dapat dirasakan. Karena membawa massa udara dingin dari awan ke permukaan dan menghalangi pemanasan sinar matahari.
Perbedaan dengan Fenomena Aphelion
BMKG menekankan bahwa fenomena suhu dingin ini berbeda dengan fenomena Aphelion. Aphelion adalah kondisi saat bumi berada pada titik terjauh dari matahari.
Aphelion merupakan fenomena global yang seharusnya berdampak di seluruh dunia, bukan hanya di Indonesia. Suhu dingin yang terjadi di Pulau Jawa lebih disebabkan oleh faktor-faktor meteorologis lokal yang telah dijelaskan sebelumnya.
Faktor-faktor meteorologis seperti monsun Australia, langit cerah, dan topografi wilayah memiliki peran lebih signifikan dalam menyebabkan suhu dingin di Pulau Jawa. Kombinasi inilah yang menciptakan kondisi unik yang memicu penurunan suhu.