Senior Hormat ke Junior TNI yang Kini jadi Orang Nomor Satu, Bocorkan Momen Menyentuh Hati
Menariknya, Luhut tak segan memberi sikap sempurna sekaligus hormat ke sosok juniornya di tubuh militer yang kini telah menjadi orang nomor satu di RI.
Agenda Halal Bihalal bersama Purnawirawan TNI AD dan segenap Keluarga Besar TNI-Polri belum lama ini digelar. Eks Menko Marves era Presiden Joko Widodo, Luhut Binsar Pandjaitan terlihat ikut hadir di lokasi.
Menariknya, Luhut tak segan memberi sikap sempurna sekaligus hormat ke sosok juniornya di tubuh militer yang kini telah menjadi orang nomor satu di RI, Presiden Prabowo Subianto. Di sana, jebolan Akabri tahun 1970 itu juga ikut mengungkap momen nostalgia yang membuatnya tersentuh.
Seperti apa momennya? Simak ulasan selengkapnya berikut ini.
Luhut Hadiri Kegiatan Bersama Purnawirawan TNI AD & Polri
Acara Halal Bihalal bersama Purnawirawan TNI AD dan Keluarga Besar TNI-Polri berlangsung pada Selasa (6/5) lalu di Balai Kartini, Jakarta. Di tengah kesibukan usai purna sebagai Pati TNI, Luhut tampak ikut menghadiri acara dalam balutan atasan krem.
Sementara itu, di lokasi turut hadir pula Presiden Prabowo Subianto yang tampil dengan setelan safari khasnya berwarna krem. Prabowo terlihat menyampaikan pidato sambutan di hadapan ratusan purnawirawan TNI hingga segenap keluarga besar TNI-Polri.
Menariknya, Luhut dalam sebuah kesempatan terlihat tak segan memberi sikap sempurna dengan berdiri di tengah purnawirawan yang hadir. Dia bahkan memberi hormat kepada Prabowo Subianto.
Ungkap Momen Menyentuh Hati
Diungkap dalam keterangan unggahan yang belum lama ini dibagikan, Luhut mengaku merasa kembali menapak ke masa lalu sebagai bagian dari ‘Lembah Tidar’ alias Akabri yang kini menjadi Akmil, tempat seluruh Taruna ditempa menjadi prajurit sejati.
Luhut juga mengungkap, dia beserta para purnawirawan kala itu bukan hanya sekadar bertemu dan bertegur sapa. Melainkan mereka juga mengingat kembali sumpah setia terhadap bangsa dan negara.
Meski kini tak lagi berseragam, dia mengaku masih memiliki darah juang untuk menjaga ibu pertiwi.
“Langkah saya tadi malam terasa seperti menapak kembali jejak-jejak lama di Lembah Tidar, tempat yang menempa kami jadi taruna. Dalam suasana halal bihalal Purnawirawan TNI AD dan Keluarga Besar TNI-Polri saat itu, kami tidak hanya bersilaturahmi, melainkan mengingat kembali sumpah setia pada merah putih. Rasanya kami tak pernah benar-benar meninggalkan medan juang, meski kini kami tak lagi mengenakan seragam,” tulis Luhut, demikian dikutip dari keterangan unggahan akun Instagram @luhut.pandjaitan.
Dia merasa, menjadi purna dari kedinasannya sebagai anggota TNI bukan hanya merupakan status belaka.
“Bagi saya, purnawirawan bukan sekadar status. Ia adalah panggilan untuk terus menjaga logika sehat bangsa ini. Terlebih di tengah situasi global yang rapuh seperti sekarang,” sambungnya.
Dalam kesempatan itu pula, Luhut mengungkap jika terdapat satu momen yang membuatnya paling berkesan dan sarat haru. Bagaimana tidak, Prabowo Subianto mengajak para eks penghuni Paviliun 5 untuk naik panggung serta menyanikan Hymne Taruna bersama.
“Di antara semua momen paling berkesan yang terjadi malam tadi, ada satu momen yang paling menyentuh hati, yakni ketika Presiden @prabowo mengajak kami, para eks penghuni Paviliun 5 untuk naik ke atas panggung dan menyanyikan Hymne Taruna bersama-sama,” tulisnya.
Profil Singkat Luhut Pandjaitan
Luhut Pandjaitan sendiri merupakan purnawirawan TNI AD yang pernah menduduki beberapa kali posisi penting di tubuh pemerintahan. Saat lulus Akabri tahun 1970 dan merupakan senior empat tahun di atas Prabowo Subianto, Luhut tercatat mampu meraih predikat sebagai lulusan terbaik dan menerima penghargaan Adhi Makayasa. Pangkat terakhir Luhut sebelum purna ialah Letnan Jenderal. Pada tahun 2000 silam, Luhut kemudian mendapat gelar kehormatan berupa Jenderal TNI (HOR).
Beberapa jabatan militer strategis yang pernah diemban Luhut di antaranya sebagai berikut,
- Asops Danjen Kopassus (1989–1990)
- Dan Grup 3/Sandhi Yudha Kopassus (1990–1992)
- Danpusdikpassus (1992–1993)
- Danrem 081/Dhirotsaha Jaya, Meraih Prestasi Sebagai Komandan Korem Terbaik Di Indonesia (1993–1995)
- Wadanpussenif Kodiklatad (1995–1996)
- Danpussenif Kodiklatad (1996–1997)
- Dankodiklatad (1997–1998)
Sementara di pemerintahan, Luhut kedapatan seringkali menerima tanggung jawab besar di berbagai bidang sejak tahun 2000. Beberapa jabatan tersebut di antaranya sebagai berikut,
- Duta Besar RI untuk Singapura (1999–2000)[7]
- Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI (2000–2001)
- Kepala Staf Kepresidenan RI (2014–2015)
- Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan RI (2015–2016)
- Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman RI (2016–2019)
- Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (2019–2024)
- Ketua Dewan Sumber Daya Air Nasional (2022–sekarang)
- Ketua Dewan Ekonomi Nasional (2024–sekarang)