LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. TRENDING

Ribuan Fosil Manusia 'Sundaland' Baru Ditemukan di Selat Madura, Ketahui Sejarahnya

Penemuan fosil Homo erectus berusia 140 ribu tahun di Selat Madura membuka tabir misteri Sundaland.

Jumat, 23 Mei 2025 10:51:00
sejarah
Sundaland (Foto: Atlantis Java Sea)
Advertisement

Sundaland, benua yang tenggelam di wilayah Asia Tenggara menyimpan teka-teki peradaban masa lalu. Para ilmuwan terus berupaya mengungkap misteri benua yang hilang ini. Temuan terbaru di Selat Madura memberikan petunjuk penting tentang sejarah Sundaland.

Tim arkeolog dari Universitas Leiden berhasil menemukan sisa-sisa fosil Homo erectus yang berusia 140 ribu tahun di dasar laut Selat Madura. Penemuan ini menjadi yang pertama kalinya di Indonesia dan memberikan gambaran baru tentang kehidupan di Sundaland pada masa lalu.

Operasi pengerukan di Selat Madura mengungkap peninggalan fosil dari 36 spesies vertebrata. Temuan ini menambah bukti bahwa Sundaland pernah menjadi habitat yang kaya akan keanekaragaman hayati.

Asal-Usul Nama Sundaland

Peta Indonesia Foto : wikipedia

Nama "Sunda" memiliki akar yang dalam dalam sejarah dan budaya wilayah ini. Kata ini diduga berasal dari bahasa Sansekerta "Cuddha" yang bermakna bersih, putih, atau suci.

Advertisement

Seiring waktu, kata ini berevolusi menjadi "Sunda", yang kemudian digunakan untuk menamai wilayah dan kelompok etnis di Jawa Barat. Istilah "Sundaland" sendiri baru disepakati oleh komunitas ilmiah pada awal abad ke-20.

Namun, jauh sebelum itu, nama "Sunda" dan "Jawa" telah dikenal sejak zaman Romawi Kuno. Claudius Ptolemy, seorang ahli geografi dan astronom terkenal mencatat keberadaan wilayah ini dalam karyanya.

Advertisement

Penggunaan nama "Sundaland" sebagai istilah ilmiah membantu para peneliti untuk mengidentifikasi dan mempelajari wilayah yang luas ini secara komprehensif. Nama ini mencakup daratan yang kini menjadi Sumatera, Jawa, Kalimantan, Bali, dan Semenanjung Malaya.

Sejarah Geologis Sundaland

Selat Madura merdeka.com

Sundaland mengalami perubahan dramatis selama periode Glasial Terakhir, sekitar 18.000 tahun yang lalu. Pada masa itu permukaan laut turun drastis mencapai sekitar 120 meter di bawah permukaan saat ini.

Akibatnya, daratan yang kini terpisah oleh laut menjadi terhubung dan membentuk benua yang luas. Setelah zaman es berakhir, permukaan laut kembali naik lalu menenggelamkan sebagian besar Sundaland.

Proses ini membentuk Selat Malaka, Laut Jawa, dan Laut Natuna, memisahkan pulau-pulau yang dulunya terhubung. Perubahan geologis ini memiliki dampak besar pada kehidupan di Sundaland. Flora dan fauna harus beradaptasi dengan lingkungan baru, dan manusia harus menyesuaikan diri dengan perubahan lanskap.

Sejarah Penduduk Sundaland

Penelitian awal menunjukkan bahwa penduduk Sundaland memiliki hubungan erat dengan penduduk asli Asia Tenggara. Kesamaan genetik, bahasa, dan budaya menunjukkan bahwa mereka berasal dari nenek moyang yang sama.

Rumpun bahasa Austronesia yang tersebar luas di wilayah kepulauan Asia Tenggara, diduga berasal dari Sundaland. Bahasa-bahasa ini memiliki kesamaan kosakata dan tata bahasa menunjukkan asal-usul yang sama.

Teori "Out of Sundaland" mengklaim bahwa Sundaland merupakan pusat migrasi manusia ke berbagai wilayah di dunia. Namun, teori ini masih menjadi perdebatan di kalangan ilmuwan.

Bukti genetika, linguistik, dan arkeologi yang lebih kuat mendukung teori "Out of Taiwan", yang menyatakan bahwa migrasi manusia berasal dari Taiwan.

Penemuan Fosil Foto : National Geographics Indonesia

Implikasi Temuan Fosil Homo Erectus

Tim arkeolog melakukan pengerukan di Selat Madura dan menemukan peninggalan fosil dari 36 spesies vertebrata. Ini merupakan temuan pertama fosil vertebrata di dasar laut Indonesia.

Penemuan fosil Homo erectus di Selat Madura memberikan bukti baru tentang keberadaan manusia purba di Sundaland. Fosil ini menunjukkan bahwa Homo erectus telah menghuni wilayah ini sejak 140 ribu tahun yang lalu.

Temuan ini juga membuka peluang untuk penelitian lebih lanjut tentang kehidupan Homo erectus di Sundaland. Para ilmuwan dapat mempelajari pola migrasi, adaptasi, dan interaksi mereka dengan lingkungan.

Advertisement

Penemuan fosil ini juga dapat membantu kita memahami lebih baik tentang asal-usul dan evolusi manusia di Asia Tenggara. Sundaland mungkin memainkan peran penting dalam sejarah manusia dan penelitian lebih lanjut akan membantu mengungkap misteri ini.

Berita Terbaru
  • Panduan Ternak Lele di Ember, Solusi Praktis Penuhi Kebutuhan Pangan Keluarga
  • Prabowo Ungkap Alasan Rajin Bertemu Pemimpin Dunia: Ingin Jadi Tetangga yang Baik
  • Digeruduk Massa, Kantor BGN Disegel dalam Aksi Protes Program MBG
  • Kuasa Hukum Beberkan Proses Tawaran Hanania ke Thariq dan Aaliyah yang Tak Langsung Diterima
  • Terseret Kasus Hanania Travel, Anwar Sanjaya Kembalikan Uang yang Diterima
  • arkeolog
  • asia tenggara
  • berita paham
  • fosil
  • indonesia
  • misteri
  • penelitian
  • sejarah
  • selat madura
  • sunda archipelago
  • trending
  • trending ai
Artikel ini ditulis oleh
Editor Endang Saputra
K
Reporter Khulafa Pinta Winastya
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.