Rabi Yahudi soal Genosida Israel di Gaza: Ini Adalah Penodaan Agama Kami, Anti Zionis Bukan Anti Semit!
Seorang Rabi Yahudi berbicara di depan Gedung Putih, Washington DC saat Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bertemu Presiden AS Donald Trump.
Seorang Rabi Yahudi berorasi di depan Gedung Putih, Washington DC saat Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bertemu Presiden AS Donald Trump di dalam Gedung Putih, kemarin..Di hadapan publik, Rabi ini menegaskan sikapnya mengenai genosida yang dilakukan Israel di Gaza, Palestina.
Menurutnya, genosida yang dilakukan Israel sama sekali bukan ajaran agama Yahudi. Bahkan, dia menegaskan jika Israel justru mencoreng dan menodai agama Yahudi.
Dalam kesempatan itu, dia mencoba meluruskan tentang pemahaman Yahudi dan Zionisme yang menurutnya berbeda. Lantas, seperti apa pernyataannya? Berikut ulasan selengkapnya.
Sudah saatnya Dunia Bangun Menentang Israel
Bertolaknya Benjamin Netanyahu ke Washington DC tak luput dari sorotan banyak kaum Yahudi di Amerika Serikat. Dalam suatu kesempatan saat Netanyahu tengah menempuh diskusi panjang dengan Presiden AS Donald Trump, massa pendukung Palestina yang menentang genosida Israel di Gaza berdiri tegap di depan Gedung Putih menyuarakan aspirasinya.
Salah satunya yakni Rabi David Feldman. Dalam unggahan akun TikTok @netureikarta beberapa waktu lalu, Feldman yang tampil mengenakan setelan jas gelap serta topi bundar berdiri di depan publik memberikan pernyataannya mengenai genosida oleh Israel di Gaza.
Dia menilai, kekejaman Israel terhadap warga Palestina yang tak bersalah harus segera mendapat aksi tegas dari dunia.
“21 Bulan genosida di Gaza, di mana puluhan ribu pria, wanita, dan anak-anak yang tidak bersalah dibunuh secara massal. Dan anak-anak kecil dibiarkan mati kelaparan. Sudah saatnya untuk berhenti. Dunia sudah terbangun untuk ini sepanjang waktu, dan sudah saatnya bagi seluruh dunia untuk bangun,” tegasnya.
Israel Menodai Agama Yahudi
Tindakan brutal yang dilancarkan Israel terhadap warga Palestina di Gaza dan Tepi Barat embuat Feldman kesal, Dia menilai, Israel melakukan kejahatan dan pembunuhan tragis dengan mengatasnamakan Yahudi.
Dengan suara bergetar, Feldman menyatakan jika perbuatan keji Israel begitu memalukan sebagai suatu bangsa. Dia bahkan tak segan menyebut jika Israel telah melakukan penodaan dan pelecahan terhadap agama Yahudi.
“Kita sebagai orang Yahudi, ketika kita melihat apa yang terjadi, ketika semua ini terjadi atas nama kita, ini memalukan bagi kita sebagai suatu bangsa. Dan ini adalah penodaan agama kita, ketika agama Yahudi disalahgunakan untuk membenarkan semua kejahatan ini,” ungkapnya.
Tindakan brutal yang dilakukan Israel di Gaza selalu dikaitkan dengan Yahudi. Padahal tindakan keji itu bukan ajaran Yahudi. Akibatnya, umat Yahudi yang menolak Israel ikut mendapat stigma negatif.
Dia juga menyatakan pihak-pihak yang tak mendukung Israel selalu dicap sebagai anti-semit. Padahal, dia menegaskan anti-zionisme dengan anti-semit sangat berbeda.
“Netanyahu datang ke sini atas nama semua orang Yahudi, dan dia ingin membuat pernyataan bahwa jika Anda menentang kejahatan yang dilakukannya, maka Anda menentang orang-orang Yahudi, yang akhirnya menjadi anti-Semit. Ini menyesatkan. Dan kita semua, dunia harus mengerti, kita harus lebih tahu. Ini bukan tentang anti-Semitisme. Ini tentang kejahatan yang terjadi,” tegasnya.
Dia menegaskan, aksi keji yang dilakukan Israel salah menurut ajaran agama Yahudi. Dia juga menegaskan, anti-semit dan anti-zionisme adalah dua hal yang jauh berbeda.
“Menurut Yudaisme, semua ini salah. Membunuh, mencuri, menindas seluruh rakyat, ini bukan hanya kejahatan dalam hukum internasional, ini adalah kejahatan dalam Yudaisme," katanya.
"Kita harus ingat bahwa anti-Zionisme sama sekali bukan anti-Semitisme. Yudaisme dan Zionisme tidaklah sama. Yudaisme adalah sebuah agama, sedangkan Zionisme adalah gerakan politik murni, tidak boleh disamakan. Ketika Anda menggabungkan keduanya, Anda tidak hanya... melakukan ketidakadilan terhadap Palestina ketika Anda membungkam suara orang benar untuk berbicara bagi yang tertindas,” lanjutnya.
Tuntut Gencatan Senjata
Dalam kesempatan ini pula, Feldman menuntut secara tegas gencatan senjata penuh dilakukan di Gaza. Feldman bahkan berharap jika AS dapat menjadi tangan yang dapat dipercaya untuk menghentikan pembantaian yang dilakukan Israel di Gaza.
“Kami di sini menuntut gencatan senjata. Bukan gencatan senjata yang telah kami alami selama beberapa bulan terakhir, seperti yang dikatakan sebelumnya. Israel tidak bisa dipercaya untuk melakukan gencatan senjata. Kami harus mengakhiri semua kejahatan ini. Kami memohon kepada Amerika Serikat. Kami memohon embargo senjata sekarang. Palestina berhak atas kebebasan. Palestina berhak atas masa depan yang lebih baik,” tandasnya.