Profesor Yahudi: Israel Tak Punya Hak Ada di Palestina, Israel Tak Berhak Untuk Ada!
Profesor Yahudi sebut jika Israel tidak punya hak untuk mengambil Palestina.
Seorang profesor Yahudi bernama Haim Bresheeth blak-blakan menyebut jika Israel tidak memiliki hak di Palestina. Hal tersebut dia sampaikan dalam sebuah wawancara saat sedang mengikuti aksi untuk mendukung gencatan senjata di Gaza.
"Adakah Israel mempunyai hak untuk melindungi diri? Israel tidak mempunyai hak untuk berada di sana. Israel tidak mempunyai hak untuk ada," ungkap Bresheeth dikutip dari akun X @Kahlissee.
"Mereka adalah penjahat dan mereka harus pergi dari Palestina jika mereka tidak mau hidup dalam keamanan dengan orang-orang Palestina," tambahnya.
Bresheeth menyebut jika tidak ada tempat untuk Israel menetap dan mengambil alih Palestina. Sebab menurutnya, orang Palestina sudah dengan lapang dada menerima orang Yahudi yang ingin hidup berdampingan dengan damai.
Namun, Israel justru menggunakan langkah kejam dengan melakukan genosida. Karena itulah dengan tegas Bresheeth terus menyuarakan bahwa Israel benar-benar tidak memiliki tempat di Palestina.
Pada kesempatan tersebut, Bresheeth juga sempat ditanya soal tanggapannya mengenai ungkapan 'Tanah yang Dijanjikan' sesuai kepercayaan umat Yahudi. Dengan santai, Bresheeth menjawab pertanyaan tersebut dengan memberikan analogi sederhana.
"Apa pesanan yang anda akan beri kepada seorang Jewish atau Israel yang mengatakan bahawa Israel adalah tanah yang dijanjikan oleh Tuhan?," tanya reporter.
"Jika seseorang datang ke rumah anda dan berkata, 2,000 tahun yang lalu seorang kawan saya menjanjikan tempat ini dan sekarang saya mahu ia kembali. Menurut saya ini tidak masuk akal. Mereka adalah penjahat. Mereka mengambil Palestin dengan kuasa," jawab Bresheeth.
Sebagai informasi, Israel dalam konteks agama Yahudi, percaya pada konsep "Tanah yang Dijanjikan". Konsep ini merujuk pada tanah yang menurut Alkitab Ibrani (Tanak), dijanjikan oleh Tuhan kepada Abraham dan keturunannya.
Tanah ini dianggap sebagai tempat yang khusus dan suci, serta menjadi dasar klaim bangsa Israel atas wilayah yang kini dikenal sebagai Israel dan Palestina.
Sosok Haim Bresheeth
Haim Bresheeth dikenal sebagai seorang akademisi dan kritikus vokal yang memiliki latar belakang pendidikan di Israel dan Inggris. Ia meniti karier sebagai pembuat film dan pakar studi film, dengan fokus pada isu-isu sosial dan politik.
Sejak tahun 2002, ia menjabat sebagai Profesor Media dan Studi Budaya di University of East London. Bresheeth telah menghasilkan sejumlah karya dokumenter. Di antara karyanya adalah A State of Danger (1988), sebuah dokumenter berdurasi 30 menit tentang kerjasama Israel-Palestina selama Intifada pertama.
Pada tahun 2024 lalu, Bresheeth sempat ditangkap oleh Kepolisian Metropolitan London. Penangkapan ini terjadi ketika Bresheeth menyampaikan pidato di acara protes anti-genosida di luar kediaman Duta Besar Israel untuk Inggris, Tzipi Hotovely.
Dalam pidatonya, Bresheeth menyatakan bahwa Israel tidak dapat menang melawan Hamas, yang segera memicu reaksi dari pihak berwenang. Bresheeth dituduh mendukung organisasi yang dilarang oleh Inggris, termasuk gerakan perlawanan Palestina dan Lebanon.
Kepolisian Metropolitan London menyatakan bahwa tindakan penahanan ini dilakukan berdasarkan Undang-Undang Terorisme tahun 2000, dan dia ditahan semalam sebelum dibebaskan pada hari berikutnya.