LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. TRENDING

Potret Serma R Koesno Sang Pengawal Bung Karno, Istrinya Hidup Susah di Usia Senja

Dia tinggal di sebuah kontrakan lantaran rumah lamanya disita. Sejumlah harta peninggalan pun dijual untuk biaya pengobatan dan kehidupan keluarga.

2021-05-31 10:05:00
Soekarno
Advertisement

Presiden Soekarno memimpin Indonesia pada periode 1945–1967. Selama itu, ia memiliki seorang ajudan bernama Serma R Kusno. Setelah sang ajudan tiada, kini istrinya hidup memprihatinkan.

Dia tinggal di sebuah kontrakan lantaran rumah lamanya disita. Sejumlah harta peninggalan pun dijual untuk biaya pengobatan dan kehidupan keluarga.

Keluarga Serma R Kusno sempat menjadi perhatian Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Ia mendadak dan secara diam-diam melunasi tunggakan kontrak rumah, serta tagihan PDAM. Berikut ulasannya.

Advertisement

Hidup Seadanya

Istri pengawal Presiden Bung Karno, Serma R Kusno yang bernama Elisabeth Koesno nyaris putus asa. Ia dan keluarga sempat bingung tak tahu lagi harus tinggal di mana, karena tanggal 1 Juni nanti masa sewa kontrakannya yang terletak di Cimanggis, Depok sudah habis.

Bahkan, pemilik kontrakan telah mendatangkan pemborong karena rumah itu akan dibongkar. Untunglah kekhawatiran itu sirna, karena pada Jumat ((28/5) lalu dikabarkan bahwa kontrakannya telah dibayar selama satu tahun penuh.

Advertisement

©2021 Merdeka.com

Pembayaran dilakukan oleh Ganjar Pranowo. Bantuan yang di luar dugaan Elisabeth sekeluarga.

Roland Anziano, cucu Serma R Koesno mengungkapkan selain melunasi rumah kontrakan sebesar Rp25 juta, Ganjar juga membayar tagihan PDAM sebesar Rp 1,3 juta.

"Karena pak Ganjar tidak pernah menjanjikan apa-apa, dua minggu lalu saya kontak beliau lewat Instagram. Dibantu untuk bayar PDAM. Ini hadiah Hari Lansia. Dibayarkan kontrakan kami oleh pak Ganjar," kata Roland.

Kondisi Kesehatan Elisabeth Koesno

Instagram @rolandanziano ©2021 Merdeka.com

Selama ini keluarga Koesno memang hidup seadanya. Apalagi melihat kondisi kesehatan Elisabeth yang memprihatinkan.

Roland mengaku terpaksa membagikan kisah neneknya melalui media sosial karena kesulitan ekonomi. Sejumlah tokoh negara di-mention, termasuk Ganjar kala itu. Mengingat Elisabeth mengalami cedera yang cukup serius.

"Kondisi sakit akibat jatuh yang menyebabkan bantalan tulang punggungnya pecah 3 dan retak 2, saat ini oma koesno tinggal dikontrakan petak daerah cimanggis Depok," tulis Roland dalam caption laman Instagram pribadinya.

Ditambah lagi, Elisabeth tak sanggup lagi telentang dengan posisi tulang yang sakit. Bahkan untuk buang air pun terpaksa dengan berdiri.

"BAB berdiri karena sudah tidak kuat lagi untuk jongkok semenjak habis jatuh. Semua ini harus oma koesno alami dihari tuanya ini," terangnya.

Pasrah Pergi dan Jual Barang Berharga

©2021 Merdeka.com

Semenjak diusir dari rumah kontrakan, keluarga Koesno sempat pasrah dan sudah berkemas. Meski sebenarnya bingung tak tahu harus ke mana.

"Kami betul-betul terima kasih, karena jujur saja kemarin sudah packing (mengemasi) baju-baju kita bingung mau ke mana. Sempat bilang ke Pak Ganjar kalau ada tempat tinggal di Jawa kita juga mau, kecil-kecilan saja yang penting Oma nyaman. Ternyata malah dibayarin kontrakannya," ujar Roland.

Bahkan melalui unggahan potret di Instagram, Roland pernah bercerita. Demi menyambung hidup, neneknya terpaksa menjual wayang kulit peninggalan.

"Karena tidak punya biaya akhirnya kami jual wayang peninggalan alm.R.koesno wayang kulit kresna. Oma tinggal bersama anak semata wayangnya yang sudah berumur 62 tahun," imbuhnya.

Dulu Punya Rumah Sendiri

Sebelumnya, keluarga Serma Kusno memiliki kediaman sendiri. Namun akhirnya karena ada sengketa tanah dan butuh biaya untuk pengobatan Elisabeth terpaksa melepaskan rumah yang ada Kota Bekasi tersebut.

"Dulu Opa punya rumah di Pondok Gede, 2000 meter. Tapi ada sengketa dan kita akhirnya mengalah karena juga butuh uangnya untuk Oma. Nah dari situ kita mulai pindah-pindah kontrakan sampai yang saat ini kita tinggali," ungkapnya.

Di masa pandemi yang tak kunjung usai, serta minimnya bantuan membuat kondisi ekonomi Elisabeth Koesno sekeluarga kian tak karuan.

"Pernah jual minyak gula beras itu hanya untuk beli (token) listrik. Banyak yang datang mengaku kasih bantuan, tapi saya cuma diminta tanda tangan cek kosong setelah itu tidak ada bantuan yang datang. Ya alhamdulillah kadang orang-orang itu meninggalkan mie atau sembako atau uang," ucap Roland.

Potret Pengawal Bung Karno

©2021 Merdeka.com

Seperti diketahui, Serma R Koesno termasuk pengawal pribadi yang ditunjuk langsung oleh Presiden Soekarno di awal kemerdekaan Indonesia.

Koesno pernah berjuang bersama di sejumlah peperangan masa kemerdekaan. Ia juga merupakan anggota pasukan dari Jenderal Soedirman.

"Waktu itu namanya Pasukan Pengawal Presiden, belum ada ajudan. Opa saya dipilih karena Bung Karno memang mencari anggota yang sedaerah dan menonjol di perang-perang gerilya," kata Roland kepada wartawan, Sabtu (29/5/2021).

Ia menceritakan, mendiang Koesno memang tak banyak dikenal publik. Namun ada banyak terkait Opanya yang jadi salah satu pengawal Bung Karno di era 1950-1960an.

"Penembakan Istiqlal, terus beberapa peristiwa penting lainnya. Opa saya ada di situ," paparnya.

Serma R Koesno meninggal tahun 1998 dan meninggalkan seorang istri bernama Elisabeth Koesno yang dinikahi pada kurun waktu 1950. Elizabeth berasal dari Purworejo dan memiliki darah keturunan Belanda-Indonesia.

(mdk/kur)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.