Potret Prasasti Batu Tertua di Dunia Berisi 10 Perintah Allah, Laku Terjual dengan Harga Fantastis
Prasasti batu tertua di dunia yang diyakini berisi 10 Perintah Allah, berasal dari era Romawi-Bizantium.
Sebuah klaim tentang keberadaan prasasti batu tertua di dunia yang memuat 10 Perintah Allah telah menarik perhatian publik. Pertanyaan yang muncul adalah, apakah benar prasasti tersebut adalah yang tertua dan apa isinya?
Sebuah batu prasasti yang diperkirakan berasal dari 1.500 tahun lalu dari era akhir Romawi-Bizantium diyakini sebagai salah satu batu tertua di dunia. Batu tersebut berisi ukiran tertulis 10 Perintah Allah dari Perjanjian Lama.
Sempat dilelang, batu tersebut kini laki terjual USD 5,04 juta atau sekitar Rp 82,2 miliar. Harga jual batu tersebut melampaui estimasi awal sebesar USD 2 juta atau Rp32,6 miliar. Simak ulasan selengkapnya:
Asal Usul Batu Prasasti Kontroversial
Prasasti itu ditemukan pada tahun 1913 di Timur Tengah selama penggalian rel kereta api yang berasal era Romawi-Bizantium sekitar tahun 300–800 M.
Disebutkan jika batu tersebut ditemukan di dekat situs sinagoge, masjid, serta gereja kuno dan bertuliskan 10 hukum Alkitab dalam aksara Paleo-Ibrani.
Namun, penting untuk dicatat bahwa klaim ini masih menjadi perdebatan di kalangan ahli sejarah dan arkeologi. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk memvalidasi keaslian dan interpretasi dari ukiran pada batu tersebut.
Sepuluh Perintah Allah dalam Konteks Sejarah
Dikutip BBC (29/5), lempengan berisi 10 Perintah Tuhan ini memiliki berat 52 kilogram mulai dilelang pada tanggal 18 Desember 2024, di rumah lelang Sotheby's.
Menariknya prasasti tersebut pernah digunakan sebagai batu paving di rumah penduduk setempat hingga tahun 1943 dijual kepada seorang sarjana yang memahami maknanya, kata Sotheby's.
Sepuluh Perintah Allah merupakan bagian fundamental dari ajaran agama Yahudi dan Kristen. Perintah-perintah ini memberikan panduan moral dan etika bagi umat beriman.
Terdapat berbagai versi dan interpretasi dari Sepuluh Perintah Allah yang dimaksud. Penting untuk memahami konteks sejarah dan agama dalam menafsirkan perintah-perintah ini.
Keberadaan prasasti yang diklaim memuat Sepuluh Perintah Allah dari era Romawi-Bizantium tersebut dapat memberikan wawasan baru tentang bagaimana ajaran ini dipraktikkan dan diinterpretasikan pada masa lalu.
Pelelangan dilaksanakan oleh Sotheby's dan akhirnya laku terjual USD 5,04 juta atau sekitar Rp 82,2 miliar. Hanya saja pembeli batu enggan disebutkan identitasnya.