Penjelasan Ilmiah Kenapa Sapi Kurban Sering Terlihat Seperti Menangis saat Akan Disembelih
Sering terlihat 'menangis' saat akan disembelih, ini penjelasan ilmiah kenapa sapi kurban mengeluarkan air mata.
Momen Idul Adha sering diwarnai pemandangan mengharukan saat sapi kurban terlihat mengeluarkan air mata ketika akan disembelih. Hal ini memicu pertanyaan, apakah sapi tersebut benar-benar merasakan kesedihan atau ketakutan?
Bahkan, beragam video sapi kurban yang menangis sering muncul di media sosial dan mengundang rasa iba. Lantas, apa sebenarnya penyebab keluarnya air mata pada sapi saat akan disembelih?
Fenomena ini kemudian memunculkan rasa iba, namun ternyata ada penjelasan ilmiah di baliknya. Simak ulasan selengkapnya dilansir dari berbagai sumber:
Proses Lakrimasi pada Sapi
Mengutip laman Scientific American, hewan mamalia seperti sapi memang memiliki kelenjar air mata yang mengeluarkan cairan berair. Air mata sendiri dibagi dalam tiga jenis, yakni air mata basal, air mata refleks, dan air mata emosional.
Sapi, seperti mamalia lainnya, memiliki kelenjar lakrimal yang berfungsi memproduksi air mata. Proses ini disebut lakrimasi. Fungsi utama air mata adalah melumasi dan melindungi mata dari kekeringan, iritasi, serta infeksi. Air mata sapi mengandung air, protein, dan lendir.
Menariknya, kandungan protein pada air mata sapi lebih tinggi dibandingkan hewan lain seperti anjing dan kambing. Hal ini menyebabkan sapi cenderung menghasilkan air mata lebih banyak. Produksi air mata ini adalah mekanisme alami untuk menjaga kesehatan mata sapi.
Dengan demikian, keluarnya air mata pada sapi merupakan proses fisiologis yang normal. Hal ini penting untuk menjaga kelembapan dan kebersihan mata mereka.
Iritasi sebagai Pemicu Utama
Ahli Farmasi dan Healthy Educator Valisa di akun X pribadinya @valiisaa seperti dikutip dari RRI, menyebut jika alasan lain sapi mengeluarkan air mata ialah cara untuk mencegah dari iritasi.
Air mata pada sapi seringkali merupakan respons refleks terhadap iritasi pada mata. Debu, kotoran, asap, dan angin dapat menyebabkan iritasi dan produksi air mata berlebih. Sapi yang diangkut dalam perjalanan jauh sebelum Idul Adha, misalnya, sering terpapar debu dan kotoran.
Paparan debu dan kotoran yang tinggi dapat memicu iritasi pada mata sapi. Akibatnya, mata mereka berair sebagai respons alami untuk membersihkan mata dari iritan tersebut. Air mata ini berfungsi untuk membersihkan mata dari iritasi tersebut.
Benarkah Sapi Menangis Karena Emosi?
Meskipun terlihat seperti menangis, ilmuwan sepakat bahwa hanya manusia yang memproduksi air mata sebagai respons terhadap emosi. Pada sapi, air mata yang keluar umumnya disebabkan oleh faktor fisik bukan emosional.
Jika sapi terlihat mengeluarkan air mata yang berlebihan, itu bisa juga menjadi indikasi masalah kesehatan mata seperti iritasi atau bahkan penyakit mata.
Hewan ternak seperti sapi memiliki insting bertahan hidup yang kuat. Menunjukkan kelemahan emosional seperti rasa takut akan membuat mereka rentan terhadap predator. Oleh karena itu, mereka cenderung tidak menunjukkan emosi secara terbuka.
Sapi lebih mengandalkan insting untuk bertahan hidup daripada menunjukkan emosi secara terbuka. Hal ini membantu mereka untuk menghindari perhatian predator dan menjaga diri tetap aman.