Penampakan Kota Atlantis Jelang Kehancurannya 11600 Tahun lalu Versi AI, Lebih Canggih dari Zaman Sekarang
Gambaran Atlantis yang merupakan kota impian dan menakjubkan itu baru-baru ini kembali direkonstruksi ulang oleh teknologi Artificial Intelligence alias AI.
Nama Kota Atlantis pertama kali disebut oleh seorang filsuf kuno bernama Plato. Seiring berjalannya waktu, Atlantis diperkenalkan sebagai suatu kota yang indah dikelilingi perairan cantik dengan teknologi canggih.
Bahkan, Atlantis turut memiliki pesawat berteknologi super yang mampu memobilisasi penduduknya dengan begitu mudah dan cepat. Selain itu, lantaran merupakan kota perairan, Atlantis turut memiliki banyak kapal-kapal yang tak kalah canggih berkeliling mengitari area kota.
Gambaran Atlantis yang merupakan kota impian dan menakjubkan itu baru-baru ini kembali direkonstruksi ulang oleh teknologi Artificial Intelligence alias AI. Dalam gambarannya, keindahan serta kecanggihan fasilitas di Atlantis menjelang kehancurannya ribuan tahun lalu terasa begitu nyata. Berikut ulasan selengkapnya.
Gambaran Kota Atlantis Versi AI
Belum lama ini, sebuah akun TikTok @animaze_ai tampak memberi gambaran yang terasa begitu nyata dari sebuah kota legendaris di masa lampau bernama Atlantis. Unggahan berdurasi lebih dari 1 menit itu menampilkan secara lengkap mengenai gambaran dari situasi Kota Atlantis yang megah, cantik, dan fantastis.
Video tersebut dibuat dalam konsep ‘point of view’ alias sudut pandang dari para penontonnya. Para penonton pun dibuat seolah-olah mereka merupakan warga dari kota Atlantis yang memiliki segudang aktivitas menarik dan menakjubkan sejak bangun tidur di pagi hari.
Awalnya, para penonton bakal merasakan sensasi menjadi warga Kota Atlantis yang begitu berkecukupan dengan busana indah. Bahkan sejak bangun tidur, para penduduknya digambarkan menikmati pemandangan kota yang super canggih dengan puluhan pesawat berteknologi modern melintas.
Dilengkapi Peralatan Canggih
Bukan hanya pesawat, video tersebut turut menggambarkan situasi kota yang tampak cantik dikelilingi perairan bersih dan teratur. Bahkan di sela-sela daratan, terdapat banyak kapal-kapal yang tak kalah canggih yang wara-wiri mengangkut penduduk hingga berbagai kebutuhan masyarakatnya.
Dalam video tersebut, tempat tinggal para penduduknya juga digambarkan begitu detail. Warganya tampak tinggal di bangunan-bangunan berkelas dengan gaya arsitektur modern yang berada di gedung pencakar langit.
Meski berteknologi tinggi, Atlantis turut digambarkan menjadi kota yang ramah lingkungan. Banyak flora dan fauna yang tampak dilestarikan hidup berdampingan dengan penduduknya. Ada beragam jenis dan warna bunga, tanaman, hingga hewan yang ikut tinggal di kota ini.
Namun, kenyamanan serta kemegahan Kota Atlantis kemudian digambarkan hancur seketika saat bencana alam datang. Jatuhnya meteor, gelombang tinggi, hingga gempa bumi membuat warga hingga kotanya tampak luluh lantak.
“Meminta AI untuk menciptakan kembali hari terakhir Atlantis sebelum kehancurannya yang legendaris. Ada gambaran mengenai kehidupan sehari-hari warganya, bencana yang tiba-tiba, hingga nasib akhir kota tersebut saat tenggelam di bawah laut, hilang selamanya di kedalaman sejarah,” demikian dikutip dari keterangan unggahan.
Kota Atlantis oleh Plato
Diketahui, Kota Atlantis sendiri pertama kali dikenalkan oleh seorang filsuf kuno bernama Plato dalam sebuah bukunya. Di dalamnya, ia menceritakan bahwa Atlantis adalah kota yang telah ada 9000 tahun sebelum dirinya lahir. Tempat tersebut terletak di Laut Atlantis, di luar pilar Hercules, dan dikelilingi dengan gunung serta alam yang begitu indah.
Pada bukunya yang begitu fenomenal, Plato juga mengisahkan bahwa Atlantis sudah memiliki sejumlah peralatan elektronik, yang kini dikenal sebagai Antikythera.
Meskipun mayoritas peneliti sepakat bahwa kota ini hanya merupakan produk imajinasi, ada sebagian yang tetap yakin bahwa Atlantis benar-benar ada di suatu tempat, menunggu untuk diungkap. Selain Plato, akar mitos ini pun juga terletak pada karya-karya besutan Timaeus dan Critias, yang merinci keberadaan Kota Atlantis di Samudera Atlantik. Namun, Atlantis pun disebut Plato hilang karena adanya bencana alam seperti gempa bumi dan semacamnya.
Bencana alam yang menimpa Atlantis hingga membuatnya terkubur ke dasar samudera diungkap Plato lantaran berasal dari sikap keserakahan dan kemerosotan moral yang melanda pulau itu,
Legenda Atlantis menjadi bukti bagaimana mitos dapat meresapi budaya dan menyimpan pelajaran moral. Dalam kisah ini, tergambar tragedi kejatuhan sebuah peradaban akibat keserakahan dan ambisi tak terkendali. Mungkin lebih dari sekadar kisah fiksi, Atlantis juga mencerminkan peringatan tentang pentingnya moral dan etika dalam mempertahankan keberlanjutan suatu peradaban.