LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. TRENDING

Penampakan Cabai Asli Indonesia yang Sebenarnya, Jarang Ditemukan di Pasaran

Cabya Jawa adalah rempah asli Indonesia. Namun, kini keberadaannya mulai dilupakan.

Jumat, 30 Mei 2025 13:33:00
sejarah
Cabya Jawa (wikipedia)
Advertisement

Pernahkah Anda mendengar tentang Cabya Jawa? Mungkin namanya asing di telinga sebagian besar masyarakat Indonesia. Padahal sebelum kedatangan cabai dari Benua Amerika, Cabya Jawa lah yang menjadi sumber rasa pedas utama di Nusantara.

Cabya Jawa (Piper retrofractum Vahl) merupakan tanaman rempah asli Indonesia dari keluarga sirih-sirihan (Piperaceae). Masyarakat mengenalnya dengan berbagai nama, seperti cabai jamu atau lada Jawa.

Keberadaannya kini mulai meredup, tergerus popularitas cabai modern (Capsicum spp.) yang lebih dulu dikenal luas dan umum ditemukan di Indonesia. Simak ulasan selengkapnya:

Cabya Jawa merdeka.com

Karakteristik Unik Cabya Jawa

Cabya Jawa wikipedia

Berbeda dengan cabai modern yang buahnya licin dan mengkilap, Cabya Jawa memiliki tampilan yang khas. Tanaman ini tumbuh merambat mirip seperti sirih. Daunnya berbentuk lonjong hingga bulat telur dengan ukuran antara 3 hingga 10 cm.

Advertisement

Buahnya berbentuk bulir silindris dengan permukaan berbintik-bintik. Warnanya pun berubah seiring dengan tingkat kematangannya, mulai dari abu-abu, hijau, kuning, hingga merah menyala saat matang sempurna.

Teksturnya yang unik inilah yang membedakannya dari jenis cabai lainnya. Cabya Jawa tumbuh subur di dataran rendah hingga ketinggian 600 meter di atas permukaan laut.

Advertisement

Kegunaan Cabya Jawa dalam Kuliner dan Pengobatan

Cabya Jawa wikipedia

Sejak zaman dahulu, Cabya Jawa telah dimanfaatkan sebagai bumbu masak untuk memberikan rasa pedas yang khas. Rasa pedasnya cenderung lebih hangat dibandingkan dengan cabai modern. Masyarakat biasanya mengeringkan buahnya terlebih dahulu lalu menghaluskannya menjadi rempah.

Selain sebagai bumbu masak, Cabya Jawa juga memiliki khasiat pengobatan tradisional. Tanaman ini dipercaya dapat meredakan berbagai keluhan kesehatan seperti nyeri gigi, radang tenggorokan, sariawan, asam urat, perut kembung, hingga batuk.

Bahkan, di Madura, Cabya Jawa menjadi campuran ramuan penghangat badan yang dicampur dengan kopi, teh, atau susu. Kandungan piperin yang terdapat dalam Cabya Jawa memiliki efek antiinflamasi dan analgesik. Tak hanya itu, tanaman ini juga berpotensi sebagai insektisida nabati yang ramah lingkungan.

Pada abad ke-16, para pelaut dari Portugis dan Spanyol membawa masuk tanaman cabai ke Asia Tenggara. Lambat laun, cabai mulai dikembangkan menjadi bahan pembuat sambal seperti yang biasa kita konsumsi sehari-hari saat ini.

Advertisement

Pemakaian cabai sebagai bahan pembuat sambal ini diikuti dengan beragamnya varian cabai, mulai dari cabai keriting, cabai rawit, cabai flores, hingga cabai domba. Akibatnya, penggunaan cabya bergeser menjadi sebatas herbal atau bahan jamu saja.

Berita Terbaru
  • Khofifah Rayakan Hardiknas Bersama Siswa Sekolah Rakyat Mojokerto, Terkesima Pidato Lima Bahasa
  • Hardiknas 2026 di Pegunungan Arfak: Busana Adat Perkuat Identitas dan Lestarikan Budaya
  • Kemenhub Dukung Inovasi Distribusi Logistik Nasional dengan Drone Kargo HY100
  • Petugas BKSDA Sumbar Berhadapan Langsung dengan Harimau Sumatra Remaja di Agam
  • Kementerian Hukum Sulawesi Barat Pastikan Akuntabilitas Layanan Pendaftaran Partai Politik
  • berita paham
  • cabai
  • rempah alami
  • rempah indonesia
  • sejarah
  • sejarah rempah indonesia
  • trending
  • trending ai
Artikel ini ditulis oleh
Editor Endang Saputra
K
Reporter Khulafa Pinta Winastya
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.