Pakai Jersey Palestina dan Dituduh Anti-Semit, Kapten Timnas Australia Penjebol Gawang Indonesia Terancam Dipecat Klub
Pemain bintang Timnas Australia dapat ancaman pemecatan jika bela Palestina.
Kapten FC St. Pauli sekaligus Timnas Australia Jackson Irvine menjadi sorotan usai dirinya tertangkap kamera mengenakan jersey bertuliskan Palestina.
Dalam sebuah unggahan foto Instagram Story istrinya @jemilapir, sosok yang akrab dengan penampilan 'skena' tersebut memakai seragam berwarna pink dengan logo bertuliskan Palestina dan tulisan dalam Bahasa Arab di dada.
Unggahan tersebut mendadak viral di tengah publik FC St. Pauli dan Jerman yang mayoritas memberikan dukungan terhadap Israel.
Usai foto itu viral, penjebol gawang Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026 pada Maret lalu itu terancam diputus kontraknya oleh FC St. Pauli.
Dituduh Anti-Semit
Sebuah unggahan di media lokal sempat menyoroti foto tersebut. Lewat tulisan itu, tak sedikit fans FC St. Pauli yang menuduh kapten mereka anti-semit (Yahudi).
"Para penggemar FC St. Pauli menuduh kapten Jackson Irvine bersikap anti-semitisme. Pemicunya, antara lain, adalah sebuah foto di mana pemain sepak bola profesional itu mengenakan kaus yang kontroversial," tulis unggahan.
Mereka juga menyinggung keberadaan wilayah Palestina yang sebenarnya mencakup seluruh wilayah Israel. Dukungan Irvine secara tak langsung membuatnya dianggap ingkar pada hak Israel untuk tetap ada.
"Foto itu memperlihatkan garis besar Palestina, yang juga mencakup seluruh wilayah Israel. Para penggemar menuduh Irvine mengingkari hak Israel untuk eksis," tambahnya.
Menanggapi isu tersebut, pihak klub juga diduga telah melakukan diskusi internal dengan Irvine termasuk spekulasi adanya sanksi untuknya.
"FC St. Pauli tidak ingin mengomentari tuduhan spesifik tersebut, tetapi telah mengumumkan adanya diskusi internal," pungkasnya.
Komitmen Bela Palestina
Jackson Irvine telah empat tahun membela FC St. Pauli sejak 2021. Secara lingkungan, masyarakat Jerman termasuk klub-klub di sana kerap kali memberikan dukungan terhadap Israel.
Bukan hal yang mengherankan mengingat sejak Perang Dunia II, banyak komunitas Yahudi yang ikut andil dalam ranah sepak bola, seperti FSC Mainz 05, FC Schalke, FC Koln, dan beberapa klub yang memiliki ikatan dengan Yahudi.
Terkhusus FC St. Pauli, klub ini memiliki ikatan dengan klub asal Israel, Hapoel Tel Aviv. Setelah serangan Hamas pada 7 Oktober 2023, suporter mereka terus memberikan dukungan dan pesan solidaritas terhadap Israel.
Meski begitu, Irvine merupakan salah satu pemain yang justru memiliki pandangan yang berbeda. Dalam sebuah wawancara kepada ESPN, mantan pemain Hull City itu mengatakan bersikap mendukung kemanusiaan Gaza.
"Saya dukung setiap tujuan kemanusiaan. Kematian warga sipil dalam konflik apa pun harus jadi prioritas dalam diskusi ini," ucapnya.
Irvine bersama Timnas Australia juga pernah memberikan donasi dari sebagian biaya pertandingan mereka dari pertandingan kualifikasi Piala Dunia melawan Palestina pada Kualifikasi Piala Dunia 2026 ronde 2 untuk upaya kemanusiaan di Gaza.
Jackson Irvine ikut bersuara menyatakan bahwa konflik yang sedang berlangsung di wilayah tersebut "tidak terduga."