Momen Kocak Menkeu Purbaya Sebut TNI 'Sweatshop', Kasad Maruli: Kita Cuma Dikasih Makan Doang Pak!
Menkeu Purbaya menyindir halus nasib prajurit TNI yang bekerja keras membangun jembatan darurat pasca-bencana dengan bayaran minimal.
Rapat koordinasi tingkat tinggi penanganan bencana di Aceh, yang biasanya penuh ketegangan, mendadak menjadi ajang tawa saat Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, terlibat debat jenaka dengan Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, yang juga menjabat Kasatgas Darurat Jembatan.
Dalam video yang diunggah akun Instagram @kompascom, Menkeu Purbaya menyindir halus nasib prajurit TNI yang bekerja keras membangun jembatan darurat pasca-bencana dengan bayaran minimal.
Sebut TNI 'Sweatshop'
Purbaya bercanda bahwa pengerahan TNI untuk pembangunan infrastruktur mirip konsep sweatshop, di mana pekerja bekerja keras tanpa upah memadai.
"Dia pakai tentara untuk bangun di mana-mana kan. Itu sweatshop, Pak. Tentaranya nggak dibayar, boleh dibilang," kata Purbaya dalam rapat.
Ia juga menyinggung pihak penyelenggara, dalam hal ini BNPB dan pemerintah, yang dinilai terlalu hemat.
"Cuma kasih makan doang. Jangan pelit-pelit juga, Pak Menteri," tambahnya.
Curhat Colongan Jenderal Maruli
Mendengar sindiran itu, Jenderal Maruli membuka fakta di lapangan. Ia menjelaskan bahwa selama operasi darurat, dukungan yang diterima prajuritnya dari BNPB memang terbatas pada logistik makanan.
"BNPB juga hanya dukung makan, Pak. Nggak ada beli barang, pengiriman semua, nggak ada," jawab Maruli polos.
Menkeu Purbaya kemudian bertanya, "Bapak nggak minta kali?"
"Waduh saya udah minta semua orang, Pak. Nggak ada yang kasih," timpal Maruli yang disambut tawa peserta rapat.
Menyadari adanya kendala anggaran, Purbaya menawarkan pencairan dana instan selama surat pengajuan dari BNPB masuk hari itu juga, mengingat akhir tahun anggaran.
"Yang masih ada satu hari, kalau bisa diambil, diambil. Yang sehari ini besok, saya carikan langsung. Begitu ada suratnya dari BNPB," tegas Menkeu.
Di akhir percakapan, Purbaya kembali melempar candaan untuk mencairkan suasana, seolah menantang Maruli agar bersikap manis demi kelancaran anggaran.
"Oh, lo pelit juga, lo (BNPB). Lo jangan gitu. Lo baik-baik sama gua, gue kasih duitnya," kata Purbaya sambil menunjuk ke arah Maruli.
Suasana tegang rapat yang biasanya serius pun berubah menjadi momen jenaka, sekaligus membuka sisi humanis dan santai para pejabat tinggi dalam menangani krisis bencana.
Reporter magang : Muhammad Naufal Syafrie