Makam di Serang Dibongkar Secara Misterius, Tulang Belulang Jenazah Hilang
Makam tersebut telah terlihat dibongkar sejak hari Minggu, 18 Januari 2026.
Peristiwa penggalian makam almarhum Sajim (65) yang terjadi di Taman Pemakaman Umum (TPU) Kampung Gardu Junti, Desa Junti, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang, Banten, mengejutkan banyak pihak. Kejadian ini dilaporkan berlangsung pada hari Minggu, 18 Januari 2026.
Berdasarkan hasil penyelidikan pihak kepolisian, ditemukan bahwa orang yang tidak dikenal tersebut mencuri sebagian tengkorak almarhum yang telah meninggal dunia sekitar tujuh tahun yang lalu, dan hanya menyisakan batu nisan di lokasi tersebut.
"Kuburan atas nama almarhum Sajim yang sudah meninggal sejak tujuh tahun lalu didapati dalam kondisi digali dan isinya diduga diambil," kata Kapolsek Jawilan, AKP Erwan Nurwanda.
Kejadian ini tentu menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat setempat, mengingat tindakan penggalian makam merupakan pelanggaran yang sangat serius dan tidak dapat diterima. Pihak kepolisian berjanji akan melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap pelaku di balik tindakan tidak bermoral ini.
Kronologi Kejadian
Peristiwa ini dimulai pada hari Minggu, 18 Januari 2026. Warga yang lewat di area pemakaman terkejut saat melihat adanya lubang di salah satu kuburan. Sekitar pukul 14.30 WIB, mereka segera melaporkan kejadian tersebut kepada Polsek Jawilan.
"Setelah menerima informasi dari warga, petugas piket yang dipimpin Kanit Reskrim langsung menuju ke TPU Junti untuk melakukan pengecekan," jelasnya.
Setelah dilakukan pemeriksaan, ditemukan bahwa makam tersebut kemungkinan telah dibongkar secara tidak wajar, karena ada tulang belulang dari almarhum yang hilang. Lokasi makam yang digali kemudian diberi garis polisi untuk keperluan penyelidikan oleh Satreskrim Polresta Serang.
Selain itu, pihak kepolisian juga telah menghubungi keluarga almarhum untuk memberi tahu dan meminta keterangan terkait pembongkaran makam milik Sajim tersebut.
"Kami juga telah mencatat keterangan sejumlah saksi, menghubungi pihak keluarga almarhum, serta berkoordinasi dengan perangkat desa setempat guna menggali informasi tambahan," ungkapnya.