M Lutfi saat Jadi Menteri Era SBY, Kaget Lihat Jokowi di Pesawat
Lutfi juga sempat terkejut saat bertemu Jokowi di pesawat karena pergi sendirian.
Presiden Joko Widodo atau Jokowi akan melantik enam menteri baru di Kabinet Indonesia Maju hari ini. Jokowi didampingi Wakil Presiden Ma'ruf Amin telah memperkenalkan calon menteri baru.
Dalam reshuflle kabinet kali ini Jokowi menunjuk Muhammad Lutfi menjadi Menteri Perdagangan. Dia pernah menjabat sebagai Menteri Perdagangan di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
M Lutfi pernah menceritakan momen pertama kali berjumpa dengan Jokowi semasa masih memimpin Kota Solo. Lutfi juga sempat terkejut saat bertemu Jokowi di pesawat.
Berikut kisah lengkapnya.
Kepemimpinan Jokowi di Solo
Kunjungan kerja ke Kota Solo menjadi momen istimewa pertemuan pertama kali Muhammad Lutfi dengan Joko Widodo.
Dalam sebuah seminar, M Lutfi menceritakan kisah serunya itu. Salah satu yang terngiang mengenai kepengurusan KTP. Jokowi berusaha untuk gerak cepat melayani karena melihat kondisi masyarakat dengan ekonomi menengah ke bawah.
M Lutfi di acara seminar 2018, Channel YouTube cah bumiratu ©2020 Merdeka.com
"Adik-adik ku, ngurus KTP bisa sehari, bisa seminggu, bisa sebulan, bisa tiga bulan, tergantung bayarnya berapa, bisa diantar ke rumah. Jadi pak Jokowi cerita, 'Kenapa saya mesti selesaikan dalam satu jam?' Karena orang Kota Solo kebanyakan orang miskin, yang berdaganglah di Pasar Klewer atau di mana-mana," kata M Lutfi seperti dikutip dari channel YouTube cah bumiratu.
Ia mengungkapkan, bahwa Jokowi tak ingin membebankan masyarakat Solo gara-gara KTP.
"Jadi kalau dia tidak berdagang, tidak berusaha atau dia mesti nunggu satu harinya untuk membayar, mereka perlu waktu empat hari mengganti yang tidak dagang. Jadi harus selesai waktu itu juga," imbuhnya.
Rumah Dinas Sederhana
Seharian penuh Lutfi berkeliling dan belajar dari Jokowi selaku Wali Kota Solo kala itu. Sebelum kembali ke Jakarta, ia berkesempatan berkunjung ke rumah Dinas Jokowi.
Tak menyangka ternyata kediaman orang nomor satu di Kota Solo sangat sederhana. Rumah lawas sekitar era 1930-an yang masih dilestarikan.
M Lutfi di acara seminar 2018, Channel YouTube cah bumiratu ©2020 Merdeka.com
"Setelah selesai, kita pulang ke rumah beliau. Karena saya setara dengan menteri, saya pakai ngueng-ngueng. Sampai di rumah beliau, dalam hati saya. 'Ini rumah dinas Wali Kota apaan ya?' Soalnya ini rumah tahun mungkin 1930 dan tidak ada peremajaan. Modelnya sederhana sekali," papar Lutfi.
Kaget Ketemu di Pesawat
Menjelang sore sekitar pukul 17.10 WIB, M Lutfi sudah sampai di pesawat untuk kembali ke Jakarta. Ia kembali dikejutkan dengan sosok Jokowi yang tiba-tiba menyapa.
"Saya naik pesawat. Tiba-tiba saya duduk duluan, karena pertama kali. Duduknya di depan dong, kan menteri. Tiba-tiba datang orang itu. Saya sambil baca koran, dia datang. 'Selamat sore pak kepala'. La ini pak wali, 'Lho, kemana pak?'" tanyanya keheranan.
Cuma Bawa Kantong Plastik dan Tanpa Ajudan
M Lutfi di acara seminar 2018, Channel YouTube cah bumiratu ©2020 Merdeka.com
Tak berhenti sampai di situ. Lutfi tak menyangka seorang kepala daerah hanya pergi berbekal satu tas dan tanpa pengawalan.
"Saya juga mau ke Jakarta gitu katanya. Ada acara di Kedutaan Iran, ada resepsi di Hotel Mulia. Ini dia duduk, langsung jalan cuma bawa tas satu biji. Enggak ada orang yang ikuti. Sendirian," ungkap Lutfi.
Begitu sederhana, Jokowi kala itu sembari membawa kantong plastik berjalan menuju kursi kelas ekonomi di belakang.
"Pengawal saya saja bisa 17 waktu jadi menteri. Jadi ini orang bawa tas plastik, duduk di belakang. Eh, kaget kan saya. Tapi karena saya bukan pegawai Garuda, jadi enggak bisa atur-atur supaya dia bisa duduk di depan. Jadi saya diam. Dia guru saya tadi (di Solo), sederhana sekali ini orang," jelasnya.
Tak ada yang Jemput
Sesampainya di Jakarta, Lutfi dan Jokowi berjalan berdampingan dan saling berpisah. Namun dia kembali lagi dibuat terkejut.
Jokowi bukannya menunggu jemputan, tapi memilih menunggu taksi sendiri. Tak tega melihat itu, Lutfi segera menarik dan memaksanya masuk mobil menuju lokasi acara.
"Kita sama-sama jalan ke koridor. Kirain ada yang jemput. Eh kawan ini antre taksi. Astaghfirullah. Kita jadi enggak enak kan. Tadi kita di Kota Solo naik ngueng-ngueng ini. Kan ngueng-nguengnya beliau, masa dia nungguin taksi kita diam saja. Terpaksa saya geret ini orang, duduk di mobil saya pakai ngueng-ngueng. Sampailah di Hotel Mulia," ujar Lutfi.
(mdk/kur)