LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. TRENDING

Kutukan Firaun Bikin Dunia Gempar, 20 Arkeolog Tewas Usai Buka Makam Raja Mesir Kuno

Kematian misterius setelah pembukaan makam Tutankhamun sering dikaitkan dengan kutukan Firaun, namun apa sebenarnya yang terjadi?

Kamis, 27 Feb 2025 12:15:00
firaun
Ilmuwan Dunia ini Masuk Islam Gara-gara Penelitiannya, Ada yang Setelah Berkali-kali Meneliti Mumi Firaun (ilustrasi dibuat dengan ChatGPT)
Advertisement

Pembukaan makam Firaun Tutankhamun pada tahun 1922 oleh arkeolog Inggris, Howard Carter, menjadi salah satu momen paling bersejarah dalam dunia arkeologi. Namun, setelah penemuan itu, muncul kabar mengenai kutukan Firaun yang konon menyebabkan kematian 20 orang yang terlibat dalam penggalian.

Dilansir dari berbagai sumber, Kamis (27/2/2025), klaim mengenai kutukan Firaun mulai mengemuka setelah kematian 20 orang yang dihubungkan dengan pembukaan makam tersebut.

Banyak yang percaya bahwa kutukan ini adalah bentuk balasan dari Firaun yang merasa terganggu oleh penggalian makamnya. Simak ulasan selengkapnya:

Penemuan Makam Tutankhamun dan Kematian Anggota Tim Ekspedisi

Peti emas Firaun Tutankhamun X/@archaeologyart

Penemuan makam Tutankhamun adalah pencapaian yang monumental dalam sejarah arkeologi. Makam ini ditemukan di Lembah Para Raja, Mesir, dan dipenuhi dengan harta karun yang luar biasa.

Advertisement

Namun, setelah penemuan tersebut, kabar kematian yang terkait dengan kutukan Firaun mulai menyebar dengan cepat. Kematian pertama yang menjadi sorotan adalah Lord Carnarvon, sponsor ekspedisi yang meninggal karena infeksi setelah digigit serangga.

Kematian ini memicu spekulasi bahwa ia adalah korban pertama dari kutukan Firaun. Dalam beberapa tahun setelah pembukaan makam, lebih banyak kematian dilaporkan, termasuk beberapa anggota tim penggalian.

Advertisement

Namun, penyelidikan lebih lanjut menunjukkan bahwa banyak dari mereka meninggal karena penyakit umum atau kondisi kesehatan yang sudah ada sebelumnya. Misalnya, beberapa peneliti menyatakan bahwa kematian yang terjadi lebih disebabkan oleh infeksi yang diperoleh dari lingkungan makam yang tidak bersih.

Kondisi Makam Firaun

Dari 181 objek pameran, bintangnya adalah sarkofagus Ramses. Ditemukan pada tahun 1881, lukisan tersebut belum pernah diperlihatkan kepada publik di luar Mesir sampai tahun ini, tulis Kelly Burke dari Guardian. (AP Photo/Mark Baker) @ 2023 merdeka.com

Seiring dengan penemuan makam, penting untuk mempertimbangkan faktor lingkungan yang mungkin berkontribusi pada kematian yang dilaporkan. Makam Tutankhamun, yang telah tertutup selama ribuan tahun, kemungkinan mengandung berbagai patogen yang tidak dikenal.

Penelitian menunjukkan bahwa udara di dalam makam dapat mengandung spora jamur dan bakteri berbahaya, yang dapat menyebabkan infeksi serius pada manusia. Selain itu, kondisi kesehatan para arkeolog dan peneliti pada saat itu juga menjadi faktor penting.

Banyak dari mereka mungkin memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah atau terpapar pada kondisi yang tidak sehat selama penggalian. Dengan teknik penggalian yang belum canggih, risiko kecelakaan juga meningkat, menjelaskan mengapa beberapa anggota tim mengalami cedera yang fatal.

Kutukan Firaun: Mitos atau Nyata?

Ini Tabib Andalan Firaun, Spesialis Tangani Gigitan Bisa Ular ilustrasi dibuat dengan ChatGPT

Dengan banyaknya kematian yang terjadi setelah pembukaan makam, cerita tentang kutukan Firaun semakin populer. Namun, para ilmuwan dan arkeolog sepakat bahwa kutukan ini lebih merupakan legenda atau mitos daripada kenyataan.

Kematian yang terjadi lebih mungkin disebabkan oleh faktor-faktor alami dan kondisi lingkungan yang berbahaya, bukan karena adanya kutukan supranatural. Dalam pandangan modern, kutukan Firaun sering kali dianggap sebagai hasil dari ketakutan dan kepercayaan masyarakat terhadap hal-hal gaib.

Advertisement

Meskipun cerita ini telah menginspirasi banyak karya fiksi dan film, bukti ilmiah yang ada menunjukkan bahwa kutukan tersebut tidak lebih dari sekadar mitos yang berkembang di masyarakat.

Berita Terbaru
  • Panjat Tebing Indonesia Raih Emas di Asian Beach Games, Siap Tatap Seri Dunia
  • Tanjung Priok PTP Nonpetikemas Jadi Motor Utama Logistik Nasional, Kinerja Triwulan I 2026 Impresif
  • Realisasi Belanja Pendidikan NTT Capai Rp541,42 Miliar per April 2026, Dorong IPM
  • Medali Perak Asian Beach Games Jadi Motivasi Atlet Panjat Tebing Indonesia Menuju Olimpiade 2028
  • Koperasi Desa Merah Putih Bermitra SPPG, Dorong Ekosistem Bisnis Desa di Lampung
  • arkeolog
  • berita paham
  • firaun
  • konten ai
  • merdekatrend
  • nais
Artikel ini ditulis oleh
Editor Dani Mardanih
D
Reporter Dani Mardanih
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.