LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. TRENDING

Kritik Megawati dan Sumbangsih Kaum Milenial

Presiden Indonesia ke 5 RI itu bahkan meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk tidak memanjakan kaum milenial.

2020-10-31 07:00:00
Megawati Soekarnoputri
Advertisement

Belakangan, demonstrasi digelar di beberapa daerah dan kota oleh sejumlah elemen masyarakat termasuk generasi muda. Demo dilakukan untuk menolak Undang-Undang Cipta Kerja yang dianggap merugikan buruh. Tak jarang aksi itu berujung bentrok dan ricuh. Bahkan di saat yang sama ada oknun-oknum yang belum diketahui identitasnya merusak fasilitas umum.

Aksi anarkis itu membuat Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri kesal. Dia sampai mempertanyakan apa sumbangsih generasi muda kepada negara. Tak hanya itu, Presiden Indonesia ke 5 RI itu bahkan meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk tidak memanjakan kaum milenial.

"Anak muda kita aduh saya bilang sama Presiden jangan dimanja dibilang generasi kita generasi milenial saya mau tanya hari ini apa sumbangsihnya generasi milenial yang sudah tahu teknologi seperti kita bisa virtual tanpa harus bertatap langsung," kata dia dalam sambutannya saat peresmian kantor DPD-DPC PDIP secara virtual, Rabu (28/10).

Advertisement

Pernyataan Mega itu sontak saja menuai beragam kritik berbagai pihak. Bahkan ada yang menyindir jika Mega sempat jadi wapres gara-gara demo mahasiswa.

PKS Sebut Milenial Banyak Karyanya

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri banjir kritik setelah mempertanyakan apa sumbangsi generasi milenial kepada negara. Salah satunya, Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mardani Ali Sera. Menurutnya, pernyataan Mega tidak tepat. Sebab, dia menilai generasi milenial banyak memberikan karyanya untuk negara.

Advertisement

Banyak barisan generasi muda berprestasi yang turun ke jalan mengikuti aksi. Tidak semua milenial yang ikut demo tidak tertib.

"Perusak halte adalah oknum. Milenial banyak karyanya. Pelaku start up, pelajar dan mahasiswa berprestasi hingga milenial yang ikut demo tertib karena cinta negeri adalah barisan milenial penuh prestasi," katanya lewat pesan singkat, Kamis (29/10).

Megawati Jadi Wapres karena Demo Mahasiswa

Politikus Partai Demokrat, Rachland Nasidik mengkritik pernyataan Mega terkait sumbangsih milineal terhadap negara. Dia menyebut, bahwa Megawati bisa menjadi Wakil Presiden karena demonstrasi mahasiswa yang melengserkan Soeharto.

"Ibu Mega bisa jadi Wapres di masa reformasi karena demonstrasi mahasiswa berhasil memaksa Soeharto lengser. Jadi Ibu Mega harusnya memelihara rasa terima kasih dan penghargaan kepada gerakan Mahasiswa berikut gerakan moral yang dilakoni mereka," katanya, Kamis (29/10).

Rachland menilai, komentar Megawati kepada generasi milenial mengecewakan dan justru merendahkan gerakan mahasiswa. Dia bilang, Mega mungkin menyangka hubungan biologisnya dengan Soekarno memberinya hak untuk menganggap Indonesia sebagai pekarangan rumahnya.

"Hingga, semua orang termasuk mahasiswa, harus bertingkah laku sesuai selera dan kehendaknya sendiri saja. Bila, di saat para mahasiswa menghadapi represi fisik dan politik akibat sikap kritisnya, Mega justru merendahkan mahasiswa, maka jelas sekali Mega memihak otoritarianisme," ujarnya.

Megawati Lupa Milenial Berprestasi di Kancah Internasional

Komika Ernest Prakasa turut menanggapi pernyataan Megawati Soekarnoputri soal sumbangsih milenial terhadap negara. Dia menilai banyak prestasi ditorehkan generasi milenial hingga tembus kancah internasional. Salah satu prestasi membanggakan itu di industri kreatif.

"Filmmaker-filmmaker kita yang menyabet banyak penghargaan di level internasional, dan mereka adalah millennials. Di industri kreatif terutama, milenial sebagai anak-anak muda yang punya mungkin agility, punya kemampuan bergerak dan kelincahan yang tidak dimiliki oleh generasi sebelumnya. Jadi ini mungkin Bu Mega lagi terlalu bersemangat sampai lupa ada poin-poin seperti ini," kata Ernest dikutip dari tayangan Narasi TV, Jumat (30/10).

PDIP Bandingkan Megawati dengan John F Kennedy

Politikus PDIP, Hendrawan Supratikno menilai pernyataan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri soal sumbangsih milenial terhadap negara relevan seperti Presiden ke-35 AS John F Kennedy.

"Itu pertanyaan yang relevan untuk siapa pun. Pertanyaan reflektif untuk semua komponen bangsa. Dulu bahkan John Kennedy membuat slogan yang lebih umum, 'jangan tanyakan apa yang telah dilakukan negara untukmu, tapi bertanyalah apa yang telah kamu perbuat untuk negaramu'," katanya, Kamis (29/10).

Menurutnya, yang perlu dihindari adalah asosiasi generasi milenial sebagai generasi penuntut atau generasi yang bergerak karena latah atau ikut-ikutan saja. Tapi tidak mengerti apa masalahnya.

"Ini yang oleh para budayawan disebut pendangkalan proses berpikir. Belum tahu apa sesungguhnya isi suatu UU, tiba-tiba nurut diajak demo dan berteriak kegirangan melihat fasilitas publik dibakar. Ini tak bisa dibiarkan," ujarnya.

(mdk/dea)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.